By : Unknown
Ragam dan Fungsi Bahasa
Fungsi Bahasa          

           Fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai alat komunikasi sosial. Dengan berbagai macam bahasa di Indonesia, bahasa Indonesia sebagai bahasa utama negeri ini, mempermudah masyarakat Indonesia dalam hal berkomunikasi. Seperti saat akan menyampaikan gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan bisa disampaikan dengan baik karena adanya bahasa Indonesia.

Ragam Bahasa

             Ragam bahasa adalah variasi bahasa yang digunakan berdasarkan pemakaiannya yg berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, media pembicara, penutur dan yang lainnya.

Jenis ragam bahasa berdasarkan pokok pembicarannya antara lain :

    Ragam bahasa undang-undang
    Ragam bahasa jurnalistik
    Ragam bahasa ilmiah
    Ragam bahasa sastra

Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:

    Ragam lisan yang antara lain meliputi:
        Ragam bahasa cakapan
        Ragam bahasa pidato
        Ragam bahasa kuliah
        Ragam bahasa panggung
    Ragam tulis yang antara lain meliputi:
        Ragam bahasa teknis
        Ragam bahasa undang-undang
        Ragam bahasa catatan
        Ragam bahasa surat

Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara

    Ragam bahasa resmi
    Ragam bahasa akrab
    Ragam bahasa agak resmi
    Ragam bahasa santai
    dan sebagainya


            Di Indonesia ini, dengan wilayah yang luas serta budaya yang bermacam - macam membuat interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat lebih bervariasi. Sehingga terjadi variasi bahasa. Selain itu, variasi bahasa terjadi biasanya akibat perbedaan letak geografis atau daerah dimana mereka berasal atau tinggal.

Membuat Draft Karangan Ilmiah

By : Unknown
Membuat draft karangan ilmiah dengan judul :
Pembuatan Website E-learning SMP Negeri 8 Bogor Dengan Menggunakan Adobe Dreamweaver


            Perkembangan dunia global tentunya tidak disadari dan sangat cepat berkembang. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia pendidikan. Salah satu cara untuk meningkatkan fleksibilitas dalam belajar, diperlukan E-learning berbasis website. Website E-learning ini dapat dibuat menggunakan Adobe Dreamweaver untuk merancang tampilan website. Database dan program dapat dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP( Hypertext Preprocessor) dan MySQL. Website ini memiliki banyak manfaat yaitu efisiensi waktu, dapat diakses dimana saja, dan efisien tenaga.

Memberikan Kutipan dan Daftar Pustaka Pada Bab Pendahuluan

By : Unknown
Memberikan kutipan dan daftar pustaka pada bab pendahuluan
KUTIPAN
Bahan-bahan yang digunakan pada kutipan. Bahan-bahan tersebut mungkin di cantumkan di dalam tulisan sebagai kutipan.
Kutipan ini berfungsi sebagai :
§  Landasan teori untuk tulisan kita
§  Penjelasan;
§  Penguat pendapat yang anda kemukakan.
Melalui kutipan-kutipan itu tulisan kita terkait dengan penemuan-penemuan atau teori yang telah ada.
Kutipan dapat dinyatakan dalam bentuk kutipan langsung atau tak langsung dan kutipan panjang atau pendek. Kutipan tak langsung (dalam kartu informasi dalam bentuk parafrase dan ringkasan) tidak menimbulkan persoalan. Kutipan dituliskan sesuai dengan peraturan tertentu.
Kutipan langsung (dalam kartu informasi: kutipan) pendek masuk sebagai bagian badan tulisan.
Contoh
                Mengenai pengertian “angkatan” Erickson dan Nosanchuk menyatakan,”… angkatan, yakni seperangkat angka yang saling berhubungan satu sama lain”. Yang dimaksud dengan kutipan pendek ialah kutipan yang panjangnya paling banyak tiga (3) baris ketikan. Kutipan yang lebih dari tiga baris ketikan digolongkan ke dalam kutipan panjang.

Penulisan Daftar Pustaka

Satu Pengarang

1.      Budiono. 1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

2.      Friedman. 1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of Chicago Press.

Dua Pengarang

1.      Cohen, Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and Scientific Method. New york: Harcourt

Bab Pendahuluan

By : Unknown
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sistem informasi merupakan bagian yang penting dalam suatu perusahaan. Perusahaan Dagang merupakan salah satu contoh perusahaan yang membutuhkan sebuah sistem yang dapat mengelola data-data perusahaan seperti data barang, data transaksi penjualan, data stok barang hingga pembuatan laporan penjualan. Dengan adanya sistem informasi, setiap proses transaksi dalam perusahaan dagang dapat terkelola dengan baik. Sistem informasi dalam perusahaan dagang memberikan beberapa peranan yaitu, dalam pengecekkan stok barang dapat lebih cepat dan mudah dan setiap catatan transaksi dapat tersimpan dengan baik di sistem sehingga semua data tersebut dapat memberikan informasi yang bernilai bagi perusahaan. Perusahaan Dagang yang penulis bahas adalah perusahaan dagang yang bergerak dibidang bahan-bahan bangunan. Biasanya perusahaan dagang yang bergerak dibidang bahan-bahan bangunan menemui banyak masalah sebagai berikut.
2
Tidak adanya pembukuan sehingga sulit mengetahui secara pasti berapa hasil penjualan yang didapatkan. Tidak adanya catatan stok barang, sehingga ketika pembeli ingin membeli barang harus mengadakan pengecekan yang memakan waktu lama. Masalah piutang yang tidak tertagih. Hal disebabkan perusahaan tidak memiliki prosedur dalam pembelian dan sistem yang baik.
PD Suka Damai merupakan salah satu perusahaan dagang yang menjual bahan bangunan. Seperti toko bahan bangunan pada umumnya, PD Suka Damai juga menghadapi masalah yang sama . Diantaranya adalah. PD Suka Damai saat ini tidak memiliki pembukuan, sehingga tidak ada laporan penjualan. PD Suka Damai tidak memiliki catatan stok barang. Banyak piutang yang tidak tertagih.
Pengolahan data PD Suka Damai masih manual dan tidak ada prosedur tertentu dalam pembelian barang. Untuk menjawab setiap masalah yang terjadi, maka diperlukan suatu Aplikasi Sistem Informasi yang dapat mengolah data-data perusahaan. Sehingga dari pengolahan data yang terkomputerisasi dapat dihasilkan
3
informasi yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan strategi dan pengambilan suatu keputusan.
1.2. Batasan Masalah
Masalah yang dibahas dalam penulisan ini meliputi pengolahan data barang, data supplier, data karyawan, transaksi pembelian, transaksi penjualan hingga pada lapora pembelian, laporan penjualan serta pembuatan laporan piutang pada PD Suka Damai.
1.3. Tujuan Penelitian
Penulisan ini bertujuan untuk merancang dan membangun suatu sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengolah transaksi penjualan dan pembelian, data barang, data stok barang, laporan penjualan dan pembelian dan laporan piutang pada PD Suka Damai.
Dengan adanya sistem informasi ini semua master data dan data transaksi dapat tersimpan dan terkelola dengan baik sehingga masalah yang sebelumnya terjadi pada PD. Suka Damai bisa teratasi dengan baik.
4
1.4. Metode Penelitian
Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC).
Pada tahap awal akan dilakukan perencanaan dan analisis kebutuhan sistem yang akan dibuat. Hal pertama dilakukan adalah mengenal dan memahami sistem yang akan dibuat. Setelah itu penulis melakukan tinjauan dan wawancara langsung kepada pihak yang bersangkutan untuk menganalisis masalah dan kebutuhan sistem.
Setelah kebutuhan sistem sudah diketahui, Tahap yang kedua adalah merancang sistem yang akan dibangun. Perancangan umum sistem dibuat dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML).
Setelah perancangan sistem sudah dibuat. Tahap yang ketiga adalah implementasi dan pengujian. Bahasa pemrograman yang dipakai untuk membangun sistem adalah Visual Basic.NET 2005 dan Microsoft SQL server 2005 Express Edition.
5
1.5. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai latar belakang, batasan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas mengenai teori dasar yang dipakai penulis untuk membuat sistem informasi pada PD Suka Damai diantaranya adalah Konsep Dasar Sistem, Konsep Dasar Informasi, Konsep Dasar Sistem Informasi, Siklus Hidup Pengembangan Sistem, HIPO, Kode, Unified Modeling Language (UML), Sekilas Tentang VB.NET, SQL Server 2005 Express Edition
BAB III PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
Bab ini membahas mengenai Tinjauan Umum PD. Suka Damai dan Perancangan Sistem yaitu diantaranya Perancangan Unified Modelling Language (UML), Perancangan Hirarki Program, Perancangan Kode yang Mewakili Data, Perancangan Interface Program dan Perancangan Database.
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini membahas mengenai Implementasi Interface Program, Pengujian Sistem dan Spesifikasi Sistem.
6
BAB IV PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari keseluruhan Bab yang telah dibahas dan saran-saran yang diajukan.

Sumber : Repository Gunadarma

Kerangka Tulisan Ilmiah

By : Unknown
DAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul................................................................................................... i
Pernyataan Originalitas dan Publikasi ............................................................... ii
Lembar Pengesahan........................................................................................... iii
Abstrak.............................................................................................................. iv
Kata Pengantar .................................................................................................. v
Daftar Isi ........................................................................................................... vii
Daftar Gambar .................................................................................................. xi
Daftar Tabel ...................................................................................................... xiii
Daftar Lampiran ................................................................................................ xiv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
1.2 Batasan Masalah ......................................................................... 1
1.3 TujuanPenulisan.......................................................................... 1
1.4 Metode Penelitian ....................................................................... 2
1.5 Sistematika Penulisan ................................................................. 2
BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... 4
2.1 Hyper Text Markup Language (HTML) ................................... 4
2.2 Hypertext Preprocessor (PHP) .................................................. 5
2.3 Java Script ................................................................................. 6
2.4 Sekilas Tentang Structured Query Language (SQL).................. 6
2.4.1 Arsitektur SQL ................................................................. 7
viii
2.4.2 MySQL ............................................................................ 8
2.5 Cascading Style Sheet (CSS) .................................................... 8
2.5.1 Sifat CSS........................................................................... 9
2.5.2 Fakta Menggunakan CSS ................................................ 9
2.6 Macromedia Dreamweaver 8 .................................................... 10
2.6.1 Fitur Macromedia Dreamweaver 8 ................................... 10
2.6.2 Interface Macromedia Dreamweaver 8 ............................ 11
2.7 Struktur Navigasi ...................................................................... 12
2.7.1 Struktur Navigasi Linier .................................................. 12
2.7.2 Struktur Navigasi Hirarki ................................................. 12
2.7.3 Stuktur Navigasi Non Linier ............................................ 13
2.7.4 Struktur Navigasi Campuran ............................................ 13
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI .................................. 15
3.1 Profil Usaha Dagang ................................................................. 15
3.2 UD RMJ Mushroom ................................................................. 15
3.3 Persiapan Perangkat Pembuatan Aplikasi ................................ 16
3.4 Struktur Navigasi Aplikasi ....................................................... 16
3.5 Rancangan Aplikasi .................................................................. 17
3.6 Struktur Tabel ........................................................................... 21
3.7 Rancangan Interface .................................................................. 24
3.7.1 Rancangan Halaman Login................................................ 24
3.7.2 Rancangan Halaman Beranda .......................................... 25
3.7.3 Rancangan Menu dan Submenu Petani ........................... 25
3.7.4 Rancangan Menu dan Submenu Pedagang ...................... 26
3.7.5 Rancangan Menu dan Submenu Reminder ...................... 26
ix
3.7.6 Rancangan Menu dan Submenu Laporan ........................ 26
3.7.7 Rancangan Halaman Menu Input Master Petani ............. 27
3.7.8 Rancangan Halaman Menu Input Order Petani ............. 28
3.7.9 Rancangan Halaman Menu Liat Transaksi Petani ......... 29
3.7.10 Rancangan Halaman Menu Input Master Pedagang ...... 29
3.7.11 Rancangan Halaman Menu Input Order Pedagang ....... 30
3.7.12 Rancangan Halaman Menu Liat Transaksi Pedagang ... 31
3.7.13 Rancangan Halaman Menu Reminder Petani ................ 31
3.7.14 Rancangan Halaman Menu Reminder Pedagang .......... 32
3.7.15 Rancangan Halaman Menu Laporan Petani .................. 32
3.7.16 Rancangan Halaman Menu Laporan Pedagang ............. 33
3.8 Pembuatan Aplikasi .................................................................. 33
3.8.1 Pembuatan Koneksi ....................................................... 35
3.8.2 Pembuatan Halaman Index ............................................ 36
3.8.3 Pembuatan Halaman Beranda ........................................ 38
3.8.4 Pembuatan Input Master Petani ..................................... 40
3.8.5 Pembuatan Input Order Petani ....................................... 41
3.8.6 Pembuatan Lihat Transaksi Petani ................................. 43
3.8.7 Pembuatan Input Master Pedagang ................................ 44
3.8.8 Pembuatan Input Order Pedagang ................................. 45
3.8.9 Pembuatan Lihat Transaksi Pedagang ........................... 47
3.8.10 Pembuatan Reminder Petani .......................................... 48
3.8.11 Pembuatan Reminder Pedagang .................................... 49
3.8.12 Pembuatan Laporan Petani ............................................ 50
3.8.13 Pembuatan Cetak Transaksi Petani ................................ 52
x
3.8.14 Pembuatan Cetak Transaksi Petani Perbulan ................. 53
3.8.15 Pembuatan Cetak Transaksi Petani Pertahun ................. 54
3.8.16 Pembuatan Cetak Transaksi Petani Berdasarkan
Range ............................................................................. 56
3.8.17 Pembuatan Laporan Pedagang ....................................... 57
3.8.18 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang .......................... 59
3.8.19 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang Perbulan ........... 60
3.8.20 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang Pertahun ........... 62
3.8.21 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang Berdasarkan
Range ............................................................................. 63
3.9 Uji Coba dan Implementasi Aplikasi ........................................ 65
BAB IV PENUTUP . ..................................................................................... 72
4.1 Kesimpulan ............................................................................... 72
4.2 Saran ......................................................................................... 72
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 73
LAMPIRAN 1 ................................................................................................. L-1
LAMPIRAN 2 .............................................................................................. L-111

sumber : Repository Gunadarma

Borobudur

By : Unknown
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi yang berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800 Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah dan juga merupakan mahkota bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar sebanyak 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha yang sedang duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
  Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan kurang lebih 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.

Sumber : Borobudur Wikipedia Indonesia
Dengan sedikit perubahan dan pengurangan kalimat dari saya pribadi

Indonesia

By : Unknown
Indonesia adalah salah satu Negara di asia tenggara yang sudah dikenal sebagai Negara agraris. Dimana bisa kita lihat  akan sumber daya alamnya yang melimpah baik hayati maupun non hayati. Sumber kekayaan alamnya mulai dari laut, darat, bumi dan kekayaan lainnya yang terkandung di dalam bumi Indonesia. Dilihat garis geografis dari sabang sampai merauke, Indonesia terbentang memiliki banyak pulau besar seperti pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi serta Irian Jaya. Disamping itu,  terdapat pula ribuan pulau yang mengelilingi alam semesta Indonesia. Terdapat pula Samudra hindia dan samudra pasifik merupakan dua smudra besar yang mengelilingi kepulauan yang ada di Indonesia. Selain itu,  wilayah Indonesia yang mayoritas daerah perairan juga memberikan andil yang besar pula terhadap kekayaan yang di miliki Indonesia. 
Kekayaan Indonesia tidak hanya terbatas pada kekayaan haytinya, tetapi non hayatinya juga menjadi peran penting akan kekayaan yang di miliki Indonesia, salah satunya bisa kita lihat dari aneka bahan tambang yang terkandung dalam perut bumi Indonesia, diantarnya minyak bumi, batubara, gas bumi, dan sebagainya. Akan tetapi, Aneka bahan tambang tersebut mrupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Maka dari itu, kita sebagai warga Negara Indonesia harus memanfaatkan sumber daya alam tersebut sebaik-baiknya. Karena sumber daya alam adalah bagian kebutuhan rakyat Indonesia.

Ejaan Bahasa Indonesia [EYD]

By : Unknown
                Bahasa Indonesia berasal dari berbagai bahasa, oleh karenanya ejaan berubah dari waktu ke waktu. Pemerintah Indonesia juga secara resmi menerbitkan kebijakan (policy) yang ditetapkan pejabat berwenang untuk mengatur ejaan Bahasa Indonesia yang senantiasa diperbaharui
                Pemerintah Indonesia secara resmi menerbitkan kebijakan (policy) melalui keputusan Menteri Pendidikan Nasional (ada pergantian nama departemen pada saat ini) yang mengeluarkan Permen (Peraturan Menteri) Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2009 tanggal 31 Juli 2009 tentang Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dengan dikeluarkannya peraturan menteri tahun 2009 ini, maka EYD edisi 1987 diganti dan dinyatakan tidak berlaku lagi.





Sumber : Indosastra.com

Tanda Baca

By : Unknown
Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.

Jenis-jenis tanda baca


  • Titik (.) berfungsi untuk menandai akhir kalimat berita, atau untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka
  • Koma (,) berfungsi untuk memisahkan anak kalimat atau hal-hal yang disebutkan dalam kalimat, juga untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
  • Tanda ((..)) kurung berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh banyak manusia yang baik juga ada yang jahat di dunia ini.
  • Tanda (`) kutip satu berfungsi untuk mengasosiasikan suatu istilah.
  • Tanda ("...") petik berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan dalam naskah drama.
  • Tanda (!) seru berfungsi untuk menegaskan, memberi peringatan bahwa kalimat yang bertanda seru tersebut perlu untuk diperhatikan.
  • Tanda (?) tanya berfungsi untuk melengkapi kalimat tanya.
  • Tanda (...-...) hubung berfungsi untuk menghubungkan penggalan kata, kata ulang, rentang suatu nilai.
  • Titik dua (:) berfungsi untuk mengawali penguraian suatu kalimat.
  • Dan satu lagi tanda baca yang jarang orang jelaskan yaitu tanda baca spasi ( ) :
    Spasi adalah daerah kosong yang digunakan sebagai pemberi jarak dan pemisah kata, huruf, angka, atau tanda baca. Konvensi pemberian jarak antarkata dan antarkalimat bervariasi dalam berbagai bahasa dan kadang cukup kompleks. Penggunaan spasi untuk memisahkan kata dalam aksara Latin mulai diperkenalkan pada sekitar tahun 600–800 dan diikuti oleh semua bahasa yang menggunakan aksara ini, misalnya bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.

    Sumber : Tanda baca & Spasi

    Ragam Bahasa

    By : Unknown
    Ragam Bahasa
    Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu sendiri.

    Jenis dari Ragam Bahasa
    ·         Ragam bahasa undang-undang
    Ø  Gaya bahasa yang biasanya digunakan di dunia hukum dan di undang-undang.
    Contoh : gaya bahasa di undang-undang.
    ·         Ragam bahasa jurnalistik
    Ø  Gaya bahasa yang biasanya digunakan di dunia jurnal.
    Contoh : Koran, Majalah, dan lain-lain.
    ·         Ragam bahasa ilmiah
    Ø  Berbeda dengan ragam bahasa undang-undang dan ragam bahasa jurnalistik, Ragam bahasa ilmiah bersifat semi baku dan biasanya menggunakan bahasa biologis.
    Contoh : Karya Ilmiah, makalah biologi dan makalah presentasi kimia.
    ·         Ragam bahasa sastra
    Ø  Berbeda dengan ragam bahasa diatas, ragam bahasa sastra ini setiap kata dan setiap baris memiliki arti yang dalam, biasanya setiap baris atau setiap sajak hanya pencipta & orang yang ahli di bidang sastra yang dapat mengartikan arti dari baris tersebut
    Contoh : Puisi dan pantun

    Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas :
    1.       Ragam lisan, meliputi :
    ·         Ragam bahasa percakapan
    ·         Ragam bahasa pidato
    ·         Ragam bahasa kuliah
    ·         Ragam bahasa panggung
    2.       Ragam tulis, meliputi :
    ·         Ragam bahasa teknis
    ·         Ragam bahasa undang-undang
    ·         Ragam bahasa catatan
    ·         Ragam bahasa surat

    Ragam bahasa menurut hubungan antar pembicara dibedakan menurut akrab tidaknya pembicara :
    ·         Ragam bahasa resmi
    ·         Ragam bahasa akrab
    ·         Ragam bahasa semi resmi
    ·         Ragam bahasa santai
    ·         Dan lain-lain

    Sumber : Wikipedia

    Peranan & Fungsi Bahasa Indonesia

    By : Unknown
    Peranan Bahasa Indonesia
    Setiap negara tentunya mempunyai bahasanya masing-masing, begitu pula dengan negara Indonesia. Indonesia mempunyai bahasa tersendiri, yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya sebagai alat komunikasi. Tata bahasa dan tata cara penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar itu, harus sesuai dengan tempatnya. Maksudnya adalah tata bahasa dan tata cara penggunaan bahasa Indonesia ketika di kantor dan di pasar sangatlah berbeda. Peranan bahasa Indonesia lainnya yaitu sebagai alat untuk mengekspresikan diri, alat untuk menciptakan karya seni dalam bentuk lisan maupun tulisan dan lain-lain.

    Fungsi Bahasa Indonesia
    Bahasa Indonesia juga mempunyai banyak fungsi. Salah satunya sebagai alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau yang biasa disebut IPTEK dapat berkembang berasal dari kumpulan pemikiran-pemikiran yang disatukan. Sehingga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pun selalu berkembang.

    Oleh karena itu, gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar dimanapun kita berada.

    Ulasan Struktur Organisasi Dasar 2

    By : Unknown
    Ya hallo,,, Ketemu lagi dengan saya Leo Daisuke. :D ( It's my pen name )

    Kenalkan nama saya Leo Putra Adi Iriantoro, dan lain sebagainya cek aja di Kartu Keluarga ane, klo perlu kerumah ane terus lamar ane. #lhooo

    oke langsung to the point aja ya,
    kali ini saya akan mengulas tentang "Struktur & Organisasi Dasar 2" mungkin ga komplit-komplit banget, tapi ya secukupnya aja. :)

    Apa itu struktur data ? Struktur data adalah cara penyimpanan, penyusunan dan pengaturan data di dalam media penyimpanan komputer sehingga data tersebut dapat digunakan secara efisien.

    oke, sekarang ane akan mengulas tentang "Queue" (/ˈkjuː) atau bisa dibaca Kyuu,
    Queue (Antrean) adalah Suatu bentuk khusus dari linear list, dengan operasi penyisipan (insertion) hanya diperbolehkan pada salah satu sisi, yang disebut REAR, dan operasi penghapusan (deletion) hanya diperbolehkan pada sisi yang lainnya, yang disebut FRONT dari list.

    Operasi dari Queue adalah FIFO (First In First Out) yaitu elemen pertama masuk, merupakan elemen pertama yang keluar.

    ada empat operasi dasar dalam antrean, yaitu :
    CREATE, ISEMPTY, INSERT, REMOVE

    Contoh Queue :
    '
    ALGORITMA
    1. QINSERT (Memasukkan data ke dalam suatu antrean) Memeriksa kemungkinan terjadi overflow, yakni dengan melihat apakah antrean tersebut terisi penuh.
    2. QDELETE (Menghapus elemen depan dari antrean) Memeriksa kemungkinan terjadi underflow, yakni dengan melihat apakah antrean tersebut kosong.

    DEQUE (Queue Ganda atau Double Queue)
    Suatu linear list, yang penambahan dan penghapusan elemen dapat dilakukan pada kedua sisi ujung list, tetapi tidak dapat dilakukan ditengah-tengah list.

    Untuk Video interaktif tentang Queue bisa pembaca lihat dibawah ini


    Lalu materi buatan saya sendiri mengenai "Graph" bisa pembaca lihat di bawah ini



    Bagi yang ingin mendownload File diatas : silahkan klik link ini DOWNLOAD FILE "GRAPH"


    Sekian ulasan saya mengenai Struktur & Organisasi Data 2, :)
    Bila ada kekurangan / Tambahan dari pembaca, anda bisa berikan masukkan di kolom comment di bawah postingan ini. :)

    Terima Kasih bagi pembaca yang sudah membaca Blog saya dari awal sampai penutup postingan ini. :)

    Sumber : http://detty.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5

    Struktur Pasar & Uang, Bank, dan Penciptaan Uang

    By : Unknown
    Pasar

    Definisi Pasar
    Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang.

    Bentuk-bentuk pasar
    1. Pasar persaingan sempurna
    2. Pasar monopoli
    3. Pasar persaingan minopolistik
    4. Pasar oligopoli


    Uang



    Definisi Uang
    Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.

    Fungsi Uang
    Alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran.
    Satuan hitung (unit of account) digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman, juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga).
    Alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang.
    Standar pembayaran di masa mendatang (standar of demand payment)
    Syarat Uang
    Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (scarcity). Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).

    Bank

    Bank (pengucapan bahasa Indonesia: [bang]) adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal daribahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.

    Bank Sentral
    Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.

    Bank Umum
    Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
    konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang kegiatannya
    memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran

    TUGAS SISTEM OPERASI : SINKRONISASI DAN DEADLOCK

    By : Unknown

    Pencegahan Deadlock

    Metode ini merupakan metode yang paling sering digunakan.Metode Pencegahan dianggap sebagai solusi yang bersih dipandang dari sudut tercegahnya deadlock. Tetapi pencegahan akan mengakibatkan kinerja utilisasi sumber daya yang buruk.
    Metode pencegahan menggunakan pendekatan dengan cara meniadakan empat syarat yang dapat menyebabkan deadlock terjadi pada saat eksekusi Coffman (1971).
    Syarat pertama yang akan dapat ditiadakan adalah Mutual Exclusion, jika tidak ada sumber daya yang secara khusus diperuntukkan bagi suatu proses maka tidak akan pernah terjadi deadlock. Namun jika membiarkan ada dua atau lebih proses mengakses sebuah sumber daya yang sama akan menyebabkan chaos. Langkah yang digunakan adalah dengan spooling sumber daya, yaitu dengan mengantrikan job-job pada antrian dan akan dilayani satu-satu.
    Beberapa masalah yang mungkin terjadi adalah:
    i.      Tidak semua dapat di-spool, tabel proses sendiri tidak mungkin untuk di-spool
    ii.    Kompetisi pada ruang disk untuk spooling sendiri dapat mengarah pada deadlock
    Hal inilah yang menyebabkan mengapa syarat pertama tidak dapat ditiadakan, jadi mutual exclusion benar-benar tidak dapat dihilangkan.
    Cara kedua dengan meniadakan kondisi hold and wait terlihat lebih menjanjikan. Jika suatu proses yang sedang menggunakan sumber daya dapat dicegah agar tidak dapat menunggu sumber daya yang lain, maka deadlock dapat dicegah. Langkah yang digunakan adalah dengan membuat proses agar meminta sumber daya yang mereka butuhkan pada awal proses sehingga dapat dialokasikan sumber daya yang dibutuhkan. Namun jika terdapat sumber daya yang sedang terpakai maka proses tersebut tidak dapat memulai prosesnya.
    Masalah yang mungkin terjadi:
    i.      Sulitnya mengetahui berapa sumber daya yang dibutuhkan pada awal proses
    ii.    Tidak optimalnya pengunaan sumber daya jika ada sumber daya yang digunakan hanya beberapa waktu dan tidak digunakan tapi tetap dimiliki oleh suatu proses yang telah memintanya dari awal.
    Meniadakan syarat ketiga non preemptiveternyata tidak lebih menjanjikan dari meniadakan syarat kedua, karena dengan meniadakan syarat ketiga maka suatu proses dapat dihentikan ditengah jalan. Hal ini tidak dimungkinkan karena hasil dari suatu proses yang dihentikan menjadi tidak baik.
    Cara terakhir adalah dengan meniadakan syarat keempat circular wait. Terdapat dua pendekatan, yaitu:
    i.      Mengatur agar setiap proses hanya dapat menggunakan sebuah sumber daya pada suatu waktu, jika menginginkan sumber daya lain maka sumber daya yang dimiliki harus dilepas.
    ii.    Membuat penomoran pada proses-proses yang mengakses sumber daya. Suatu proses dimungkinkan untuk dapat meminta sumber daya kapan pun, tetapi permintaannya harus dibuat terurut.
    Masalah yang mungkin terjadi dengan mengatur bahwa setiap proses hanya dapat memiliki satu proses adalah bahwa tidak semua proses hanya membutuhkan satu sumber daya, untuk suatu proses yang kompleks dibutuhkan banyak sumber daya pada saat yang bersamaan. Sedangkan dengan penomoran masalah yang dihadapi adalah tidak terdapatnya suatu penomoran yang dapat memuaskan semua pihak.
    Secara ringkas pendekatan yang digunakan pada metode pencegahan deadlock dan masalah-masalah yang menghambatnya, terangkum dalam tabel dibawah ini.
    Tabel 3-1. Tabel Deadlock
    Syarat
    Langkah
    Kelemahan
    Mutual Exclusion
    Spooling sumber daya
    Dapat menyebabkan chaos
    Hold and Wait
    Meminta sumber daya di awal
    Sulit memperkirakan di awal dan tidak optimal
    No Pre-emptive
    Mengambil sumber daya di tengah proses
    Hasil proses tidak akan baik
    Circular Wait
    Penomoran permintaan sumber daya
    Tidak ada penomoran yang memuaskan semua pihak

    Penghindaran Deadlock

    Pendekatan metode ini adalah dengan hanya memberi kesempatan ke permintaan sumber daya yang tidak mungkin akan menyebabkan deadlock. Metode ini memeriksa dampak pemberian akses pada suatu proses, jika pemberian akses tidak mungkin menuju kepada deadlock, maka sumber daya akan diberikan pada proses yang meminta. Jika tidak aman, proses yang meminta akan di-suspend sampai suatu waktu permintaannya aman untuk diberikan. Kondisi ini terjadi ketika setelah sumber daya yang sebelumnya dipegang oleh proses lain telah dilepaskan.
    Kondisi aman yang dimaksudkan selanjutnya disebut sebagai safe-state, sedangkan keadaan yang tidak memungkinkan untuk diberikan sumber daya yang diminta disebut unsafe-state.

    Kondisi Aman (Safe state)

    Suatu keadaan dapat dinyatakan sebagai safe state jika tidak terjadi deadlock dan terdapat cara untuk memenuhi semua permintaan sumber daya yang ditunda tanpa menghasilkan deadlock. Dengan cara mengikuti urutan tertentu.

    Kondisi Tak Aman (Unsafe state)

    Suatu state dinyatakan sebagai state tak selamat (unsafe state) jika tidak terdapat cara untuk memenuhi semua permintaaan yang saat ini ditunda dengan menjalankan proses-proses dengan suatu urutan.

    Pendeteksi Deadlock dan Recovery (Memulihkan )Deadlock


    Metode ini mengunakan pendekatan dengan teknik untuk menentukan apakah deadlocksedang terjadi serta proses-proses dan sumber daya yang terlibat dalam deadlock tersebut.Setelah kondisi deadlock dapat dideteksi, maka langkah pemulihan dari kondisi deadlock dapat segera dilakukan.Langkah pemulihan tersebut adalah dengan memperoleh sumber daya yang diperlukan oleh proses-proses yang membutuhkannya. Beberapa cara digunakan untuk mendapatkan sumber daya yang diperlukan, yaitu dengan terminasi proses dan pre-emption (mundur) suatu proses. Metode ini banyak digunakan pada komputer mainframe berukuran besar.

    Materi selanjutnya bisa anda baca di link blog berikut ini : Yuni Blog

    Teori Perilaku Konsumen dan Produsen

    By : Unknown
    TEORI PERILAKU KONSUMEN

    Pendahuluan
    Konsumen adalah setiap pemakai atau pengguna barang atau jasa baik
    untuk kepentingan diri sendiri dan atau kepentingan orang lain. Namun secara
    sederhana dapat diartikan sebagai pengguna barang dan atau jasa.
    Masing-masing konsumen merupakan pribadi unik dimana antara
    konsumen yang satu dengan yang lain memiliki kebutuhan yang berbeda juga
    perilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Namun, dari
    perbedaan-perbedaan yang unik tersebut ada satu persamaan yakni setiap saat
    konsumen akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada saat
    mengkonsumsi suatu barang ataupun jasa. Tingkat kepuasan yang diperoleh
    konsumen dalam mengkonsumsi barang disebut dengan utilitas.
    Dalam perekonomian, konsumen tidak hanya bertindak sebagai
    pengguna barang dan jasa tapi juga sebagai penyedia faktor-faktor produksi
    (lihat Diagram Aliran Barang, Uang dan Pasar pada Bab I). Dengan menggunakan
    pokok-pokok dari teori mikro maka perilaku-perilaku konsumen di pasar
    menjadi lebih mudah dipahami. Teori perilaku konsumen akan menjelaskan
    bagaimana seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakininya akan
    memberikan kepuasan yang maksimum dengan kendala pendapatan dan harga
    barang tersebut.
    Untuk memahami mengenai perilaku konsumen yang dinyatakan pada
    hukum permintaan, digunakan dua pendekatan , yakni:
    1. Pedekatan marginal utility (kardinal)
    2. Pendekatan indifference curve (ordinal)

    • Pedekatan Marginal Utility (Kardinal)
      Pendekatan kardinal didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan tertentu seperti rupiah, jumlah, unit atau buah dan lain-lain. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan.
      Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi.
    • Pendekatan Indifference Curve (ordinal)
              Pendekatan ordinal mengasumsikan bahwa konsumen mampu meranking/membuat urutan- urutan kombinasi barang yang akan dikonsumsi berdasarkan kepuasan yang akan diperolehnya tanpa harus menyebutkan secara absolut.        Pendekatan ordinal digunakan dengan menggunakan analisis kurva indiferensi. Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai titik-titik kombinasi dua barang yang memberikan kepuasan yang sama.        Mengukur kepuasan konsumen dengan pendekatan kurva indiferensi didasarkan pada 4 (empat) asumsi, yakni:
    1. Konsumen memiliki pola preferensi akan barang-barang konsumsi yang dinyatakan dalam bentuk peta indiferensi
    2. Konsumen memiliki dana dalam jumlah tertentu
    3. Konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimum
    4. Semakin jauh dari titik origin, maka kepuasan konsumen semakin tinggi




    • Karakteristik Kurva Indifference
      • Kurva indiferensi memiliki karakteristik atau ciri-ciri umum sebagai berikut:
      1. Memiliki kemiringan yang negatif
        Bila jumlah suatu barang dikurangi maka jumlah barang yang lain harus ditambah agar dapat memperoleh tingkat kepuasan yang sama.
      2. Tidak dapat berpotongan
        Perpotongan antara dua kurva indiferensi tidak mungkin terjadi.
      3. Cembung terhadap titik origin
    Sumber : pakjappy.files.wordpress.com/2008/09/pie_bab4.pdf

    OSI, TCP/IP, Command Interpreter | Sistem Operasi ( IT-011325 )

    By : Unknown
    OSI, TCP/IP, COMMAND INTERPRETER

    Pengertian OSI
    OSI adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. Post ini membahas tentang pengertian dan fungsi layer OSI.

    Dahulu ketika OSI belum digunakan, perangkat komunikasi yang berasal dari vendor berbeda tidak dapat saling berkomunikasi. Alat komunikasi yang diciptakan oleh IBM tidak dapat berkomunikasi dengan vendor lain. Sehingga dibentuklah standard OSI.

    OSI yang merupakan singkatan dari Open Systems Interconnect memiliki tujuh buah layer yang dirinci sebagai berikut:

    Application Layer
    Presentation Layer
    Session Layer
    Transport Layer
    Network Layer
    Data Link Layer
    Physical Layer
    Penjelasan Masing-masing Layer

    Berikut ini adalah penjelasan dari fungsi masing-masing layer OSI yang telah disebutkan di atas.

    Physical Layer

    Physical layer adalah layer OSI yang terletak di paling bawah. Physical layer bertugas mendefinisikan media transmisi jaringan ke media fisik serta membawa sinyal ke layer yang lebih tinggi.

    Phyical layer memberikan hal berikut:

    Data encoding (bagaimana merepresentasikan binari 1, menerima dan mengelola bit)
    Physical medium attachment (mengakomodasi kemungkinan dalam berkomunikasi dengan media tertentu)
    Transmission technique (transmisi digital atau analog)
    Physical medium transmission (mentransmisikan bits sebagai electrical atau optical signal ke media fisik)
    Data Link Layer

    Layer kedua dari 7 layer OSI adalah data link layer. Layer ini bertugas untuk mengaktifkan dan mengakhiri link logical di antara dua node.

    Selain itu Data link layer juga bertugas mengontrol frame dan memanage akses dari media tertentu, misalnya apakah suatu node memiliki hak untuk menggunakan media fisik.

    Network Layer

    Network layer bertugas untuk melakukan kontrol terhadap pengalamatan subnet. Network layer juga yang memutuskan path mana yang harus digunakan sesuai keadaan jaringan, prioritas layanan, dan faktor-faktor lain.

    Selain itu Network layer juga melakukan frame fragmentation, logical-physical address mapping, dan penghitungan penggunaan subnet.

    Transport Layer

    Transport layer bertugas untuk memastikan pesan yang dikirim bebas dari error. Sesuai namanya, transport layer yang mengelola ketika ada pesan yang hendak dikirim di dalam suatu jaringan.

    Transport layer melakukan hal berikut:

    Message segmentation (memecah pesan menjadi bagian-bagian kecil).
    Message acknowledgement (memberikan pengiriman pesan yang reliable).
    Message traffic control.
    Session multiplexing.
    Session Layer

    Session layer bertugas menetapkan dan mengakhiri session (sesi) di antara dua host yang sedang berkomunikasi. Tugas Session layer:

    Session establishment, maintenance, and termination.
    Session support (memberikan security, logging, dsb).
    Presentation Layer

    Presentation layer bertuhas untuk menyajikan data kepada Application layer. Presentation layer ini ibarat sebagai translator dari sebuah jaringan.

    Presentation layer bertugas untuk melakukan:

    Character code translation (misalnya ASCII ke EBCDIC).
    Data conversion: (bit order, CR-CR/LF, integer-floating point, dsb).
    Data compression: mengurangi jumlah bit yang harus ditransmisikan ke jaringan.
    Data encryption: encrypt data untuk keamanan (misalnya password encryption).
    Application Layer

    Application layer berfungsi sebagai interface untuk user dan proses aplikasi untuk mengakses layanan jaringan.

    Fungsi yang diberikan di Application layer di antaranya:

    Resource sharing and device redirection.
    Remote file access.
    Remote printer access.
    Inter-process communication.
    Network management.
    Directory services.
    Electronic messaging (such as mail).
    Network virtual terminals.

    sumber : http://azuharu.net/jaringan/pengertian-dan-fungsi-open-systems-interconnect-layer-osi/

    Pengertian, Arti dan Fungsi TCP / IP

    TCP / IP adalah salah satu perangkat lunak jaringan komputer (networking software) yang terdapat dalam sistem, dan dipergunakan dalam komunikasi data dalam local area network (LAN) maupun Internet.

    TCP singkatan dari Transmission Control Protocol dan IP singkatan dari Internet Protocol. TCP/IP menjadi satu nama karena fungsinya selalu bergandengan satu sama lain dalam komunikasi data.

    TCP/IP saat ini dipergunakan dalam banyak jaringan komputer lokal (LAN) yang terhubung ke Internet, karena memiliki sifat:

    Merupakan protokol standar yang terbuka, gratis dan dikembangkan terpisah dari perangkat keras komputer tertentu. Karena itu protokol ini banyak didukung oleh vendor perangkat keras, sehingga TCP/IP merupakan pemersatu perangkat keras komputer yang beragam merk begitu juga sebagai pemersatu berbagai perangkat lunak yang beragam merk sehingga walau memakai perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berlainan, komputer dan komputer lainnya dapat berkomunikasi data melalui Internet.
    Berdiri sendiri dari perangkat keras jaringan apapun. Sifat ini memungkinkan TCP/IP bergabung dengan banyak jaringan komputer. TCP/IP bisa beroperasi melalui sebuah Ethernet, sebuah saluran dial-up, dan secara virtual melalui berbagai media fisik transmisi data.
    Bisa dijadikan alamat umum sehingga tiap perangkat yang memakai TCP/IP akan memiliki sebuah alamat unik dalam sebuah jaringan komputer lokal, atau dalam jaringan kumputer global seperti Internet.

    1. Format IP :

    Sebuah alamat IP berisi satu bagian network dan satu bagian host, tetapi formatnya tidak sama pada setiap alamat IP. Sejumlah bit alamat dipakai disini untuk mengidentifikasi network, dan angka dipakai untuk mengidentifikasi host, dan beragam kelas alamat IP. Ada tiga kelas utama alamat IP yaitu kelas A, B dan C.

    2. Ketentuan kelas alamat IP :

    Jika bit pertama dari sebuah alamat IP adalah angka 0, ini menunjukan network kelas A. Tujuh bit berikutnya menunjukan identitas network, dan 24 bit terakhir menunjukan identitas host. Ada 128 buah network kelas , tapi didalam setiap kelas A bisa terdapat jutaan host.
    Jika bit pertama dari dua angka alamat IP adalah 10, ini menunjukan alamat IP network kelas B. Angka Bit pertama kelas, kemudian 24 bit berikutnya menunjukan identitas alamat network, dan 10 bit berikutnya untuk host. Ada ribuan angka network kelas B dan setiap kelas B dapat berisi ribuan host.
    Jika bit pertama dari tiga bit alamat IP adalah 110, ini merupakan alamat IP kelas C. Tiga bit pertama berupa alamat kelas. 21 bit berikutnya sebagai alamat network, dan 8 bit selanjutnya merupakan identitas host. Ada jutaan network kelas C, dan didalam tiap kelas C ada 254 host.
    Tampaknya seperti rumit, tetapi karena adanya penulisan alamat IP memakai bilangan desimal (0-255), maka keruwetan itu tidak terlihat. Secara sederhana bisa dilihat ketentuan pemisahan kelas network seperti berikut ini ;

    Kurang dari 128 adalah alamat kelas A, byte pertama adalah bilangan network, tiga byte berikutnya adalah alamat host.
    Dari 128 sampai 191 adalah alamat kelas B, dua byte pertama sebagai alamat network, dan dua byte terakhir sebagai alamat host.
    Dari 192 sampai 223 adalah alamat kelas C, tiga byte pertama sebagai alamat network, dan byte terakhir sebagai alamat host.
    Contoh :

    Sebuah network memiliki alamat IP 026.104.0.19. Ini bisa ditulis juga dg 26.104.0.19. menjelaskan adanya host dengan alamat IP nomor 104.0.19 dalam network 26 yang termasuk kelas A.

    Alamat IP 128.66.12.1. menunjukan alamat IP host 12.1 didalam network nomor 128.66 yang termasuk kelas B.

    Sumber : http://cyberkomputer.com/jaringan-komputer/pengertian-dan-fungsi-tcp-ip-dalam-jaringan-komputer/

    Command Interpreter System
    Sistem operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut Control-card interpreter, Command-line Interpreter, dan UNIX shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang digunakan.
    Contohnya : CLI, Windows, Pen-based (touch) dan lain-lain.

    Banyak perintah yang diberukan kepada sistem operasi oleh control statement yang berhubungan dengan :

    1. Proses pembuatan (creation) dan manajemen.
    2. Penanganan I/O (I/O handling).
    3. Manajemen secondary-storage.
    4. Manajemen memori utama
    a. Akses file-system.
    b. Proteksi.
    c. Jaringan.

    Sumber : Click Here

    - Copyright © Leo Daisuke's Blog - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -