By : Unknown
Ragam dan Fungsi Bahasa
Fungsi Bahasa
Fungsi
bahasa Indonesia adalah sebagai alat komunikasi sosial. Dengan berbagai macam
bahasa di Indonesia, bahasa Indonesia sebagai bahasa utama negeri ini,
mempermudah masyarakat Indonesia dalam hal berkomunikasi. Seperti saat akan
menyampaikan gagasan, ide, pikiran, harapan dan keinginan bisa disampaikan
dengan baik karena adanya bahasa Indonesia.
Ragam Bahasa
Ragam
bahasa adalah variasi bahasa yang digunakan berdasarkan pemakaiannya yg
berbeda-beda menurut topik yang dibicarakan, media pembicara, penutur dan yang
lainnya.
Jenis ragam bahasa berdasarkan pokok pembicarannya antara
lain :
Ragam bahasa
undang-undang
Ragam bahasa
jurnalistik
Ragam bahasa
ilmiah
Ragam bahasa
sastra
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas:
Ragam lisan yang
antara lain meliputi:
Ragam bahasa
cakapan
Ragam bahasa pidato
Ragam bahasa
kuliah
Ragam bahasa
panggung
Ragam tulis yang
antara lain meliputi:
Ragam bahasa
teknis
Ragam bahasa
undang-undang
Ragam bahasa
catatan
Ragam bahasa
surat
Ragam bahasa menurut hubungan antarpembiacra dibedakan
menurut akrab tidaknya pembicara
Ragam bahasa resmi
Ragam bahasa akrab
Ragam bahasa agak
resmi
Ragam bahasa
santai
dan sebagainya
Di
Indonesia ini, dengan wilayah yang luas serta budaya yang bermacam - macam
membuat interaksi sosial yang dilakukan oleh masyarakat lebih bervariasi.
Sehingga terjadi variasi bahasa. Selain itu, variasi bahasa terjadi biasanya
akibat perbedaan letak geografis atau daerah dimana mereka berasal atau
tinggal.
Membuat Draft Karangan Ilmiah
By : Unknown
Membuat draft
karangan ilmiah dengan judul :
Pembuatan
Website E-learning SMP Negeri 8 Bogor
Dengan Menggunakan Adobe Dreamweaver
Perkembangan
dunia global tentunya tidak disadari dan sangat cepat berkembang. Sejalan
dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dunia pendidikan. Salah
satu cara untuk meningkatkan fleksibilitas dalam belajar, diperlukan E-learning berbasis website. Website E-learning ini dapat dibuat menggunakan Adobe Dreamweaver untuk merancang
tampilan website. Database dan
program dapat dibuat dengan menggunakan bahasa pemrograman PHP( Hypertext Preprocessor) dan MySQL. Website ini memiliki banyak manfaat yaitu efisiensi waktu,
dapat diakses dimana saja, dan efisien tenaga.
Memberikan Kutipan dan Daftar Pustaka Pada Bab Pendahuluan
By : Unknown
Memberikan kutipan dan
daftar pustaka pada bab pendahuluan
KUTIPAN
Bahan-bahan yang digunakan
pada kutipan. Bahan-bahan tersebut mungkin di cantumkan di dalam tulisan
sebagai kutipan.
Kutipan ini berfungsi
sebagai :
§ Landasan
teori untuk tulisan kita
§ Penjelasan;
§ Penguat
pendapat yang anda kemukakan.
Melalui kutipan-kutipan itu
tulisan kita terkait dengan penemuan-penemuan atau teori yang telah ada.
Kutipan dapat dinyatakan
dalam bentuk kutipan langsung atau tak langsung dan kutipan panjang atau
pendek. Kutipan tak langsung (dalam kartu informasi dalam bentuk parafrase dan
ringkasan) tidak menimbulkan persoalan. Kutipan dituliskan sesuai dengan
peraturan tertentu.
Kutipan langsung (dalam
kartu informasi: kutipan) pendek masuk sebagai bagian badan tulisan.
Contoh
Mengenai pengertian “angkatan” Erickson dan Nosanchuk menyatakan,”… angkatan,
yakni seperangkat angka yang saling berhubungan satu sama lain”. Yang dimaksud
dengan kutipan pendek ialah kutipan yang panjangnya paling banyak tiga (3)
baris ketikan. Kutipan yang lebih dari tiga baris ketikan digolongkan ke dalam
kutipan panjang.
Penulisan Daftar Pustaka
Satu Pengarang
1. Budiono.
1982. Teori Pertumbuhan Ekonomi. Yogyakarta : Bagian
Penerbitan Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada.
2. Friedman.
1990. M. Capitalism and Freedom. Chicago : University of
Chicago Press.
Dua Pengarang
1. Cohen,
Moris R., and Ernest Nagel. 1939. An Introduction to Logic and
Scientific Method. New york: Harcourt
Sumber :
OneMillionSensation Wordpress
OneMillionSensation Wordpress
Bab Pendahuluan
By : UnknownBAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Sistem informasi merupakan bagian yang penting dalam suatu perusahaan. Perusahaan Dagang merupakan salah satu contoh perusahaan yang membutuhkan sebuah sistem yang dapat mengelola data-data perusahaan seperti data barang, data transaksi penjualan, data stok barang hingga pembuatan laporan penjualan. Dengan adanya sistem informasi, setiap proses transaksi dalam perusahaan dagang dapat terkelola dengan baik. Sistem informasi dalam perusahaan dagang memberikan beberapa peranan yaitu, dalam pengecekkan stok barang dapat lebih cepat dan mudah dan setiap catatan transaksi dapat tersimpan dengan baik di sistem sehingga semua data tersebut dapat memberikan informasi yang bernilai bagi perusahaan. Perusahaan Dagang yang penulis bahas adalah perusahaan dagang yang bergerak dibidang bahan-bahan bangunan. Biasanya perusahaan dagang yang bergerak dibidang bahan-bahan bangunan menemui banyak masalah sebagai berikut.
2
Tidak adanya pembukuan sehingga sulit mengetahui secara pasti berapa hasil penjualan yang didapatkan. Tidak adanya catatan stok barang, sehingga ketika pembeli ingin membeli barang harus mengadakan pengecekan yang memakan waktu lama. Masalah piutang yang tidak tertagih. Hal disebabkan perusahaan tidak memiliki prosedur dalam pembelian dan sistem yang baik.
PD Suka Damai merupakan salah satu perusahaan dagang yang menjual bahan bangunan. Seperti toko bahan bangunan pada umumnya, PD Suka Damai juga menghadapi masalah yang sama . Diantaranya adalah. PD Suka Damai saat ini tidak memiliki pembukuan, sehingga tidak ada laporan penjualan. PD Suka Damai tidak memiliki catatan stok barang. Banyak piutang yang tidak tertagih.
Pengolahan data PD Suka Damai masih manual dan tidak ada prosedur tertentu dalam pembelian barang. Untuk menjawab setiap masalah yang terjadi, maka diperlukan suatu Aplikasi Sistem Informasi yang dapat mengolah data-data perusahaan. Sehingga dari pengolahan data yang terkomputerisasi dapat dihasilkan
3
informasi yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan strategi dan pengambilan suatu keputusan.
1.2. Batasan Masalah
Masalah yang dibahas dalam penulisan ini meliputi pengolahan data barang, data supplier, data karyawan, transaksi pembelian, transaksi penjualan hingga pada lapora pembelian, laporan penjualan serta pembuatan laporan piutang pada PD Suka Damai.
1.3. Tujuan Penelitian
Penulisan ini bertujuan untuk merancang dan membangun suatu sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengolah transaksi penjualan dan pembelian, data barang, data stok barang, laporan penjualan dan pembelian dan laporan piutang pada PD Suka Damai.
Dengan adanya sistem informasi ini semua master data dan data transaksi dapat tersimpan dan terkelola dengan baik sehingga masalah yang sebelumnya terjadi pada PD. Suka Damai bisa teratasi dengan baik.
4
1.4. Metode Penelitian
Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC).
Pada tahap awal akan dilakukan perencanaan dan analisis kebutuhan sistem yang akan dibuat. Hal pertama dilakukan adalah mengenal dan memahami sistem yang akan dibuat. Setelah itu penulis melakukan tinjauan dan wawancara langsung kepada pihak yang bersangkutan untuk menganalisis masalah dan kebutuhan sistem.
Setelah kebutuhan sistem sudah diketahui, Tahap yang kedua adalah merancang sistem yang akan dibangun. Perancangan umum sistem dibuat dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML).
Setelah perancangan sistem sudah dibuat. Tahap yang ketiga adalah implementasi dan pengujian. Bahasa pemrograman yang dipakai untuk membangun sistem adalah Visual Basic.NET 2005 dan Microsoft SQL server 2005 Express Edition.
5
1.5. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai latar belakang, batasan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas mengenai teori dasar yang dipakai penulis untuk membuat sistem informasi pada PD Suka Damai diantaranya adalah Konsep Dasar Sistem, Konsep Dasar Informasi, Konsep Dasar Sistem Informasi, Siklus Hidup Pengembangan Sistem, HIPO, Kode, Unified Modeling Language (UML), Sekilas Tentang VB.NET, SQL Server 2005 Express Edition
BAB III PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
Bab ini membahas mengenai Tinjauan Umum PD. Suka Damai dan Perancangan Sistem yaitu diantaranya Perancangan Unified Modelling Language (UML), Perancangan Hirarki Program, Perancangan Kode yang Mewakili Data, Perancangan Interface Program dan Perancangan Database.
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini membahas mengenai Implementasi Interface Program, Pengujian Sistem dan Spesifikasi Sistem.
6
BAB IV PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari keseluruhan Bab yang telah dibahas dan saran-saran yang diajukan.
Sumber : Repository Gunadarma
1.1. Latar Belakang
Sistem informasi merupakan bagian yang penting dalam suatu perusahaan. Perusahaan Dagang merupakan salah satu contoh perusahaan yang membutuhkan sebuah sistem yang dapat mengelola data-data perusahaan seperti data barang, data transaksi penjualan, data stok barang hingga pembuatan laporan penjualan. Dengan adanya sistem informasi, setiap proses transaksi dalam perusahaan dagang dapat terkelola dengan baik. Sistem informasi dalam perusahaan dagang memberikan beberapa peranan yaitu, dalam pengecekkan stok barang dapat lebih cepat dan mudah dan setiap catatan transaksi dapat tersimpan dengan baik di sistem sehingga semua data tersebut dapat memberikan informasi yang bernilai bagi perusahaan. Perusahaan Dagang yang penulis bahas adalah perusahaan dagang yang bergerak dibidang bahan-bahan bangunan. Biasanya perusahaan dagang yang bergerak dibidang bahan-bahan bangunan menemui banyak masalah sebagai berikut.
2
Tidak adanya pembukuan sehingga sulit mengetahui secara pasti berapa hasil penjualan yang didapatkan. Tidak adanya catatan stok barang, sehingga ketika pembeli ingin membeli barang harus mengadakan pengecekan yang memakan waktu lama. Masalah piutang yang tidak tertagih. Hal disebabkan perusahaan tidak memiliki prosedur dalam pembelian dan sistem yang baik.
PD Suka Damai merupakan salah satu perusahaan dagang yang menjual bahan bangunan. Seperti toko bahan bangunan pada umumnya, PD Suka Damai juga menghadapi masalah yang sama . Diantaranya adalah. PD Suka Damai saat ini tidak memiliki pembukuan, sehingga tidak ada laporan penjualan. PD Suka Damai tidak memiliki catatan stok barang. Banyak piutang yang tidak tertagih.
Pengolahan data PD Suka Damai masih manual dan tidak ada prosedur tertentu dalam pembelian barang. Untuk menjawab setiap masalah yang terjadi, maka diperlukan suatu Aplikasi Sistem Informasi yang dapat mengolah data-data perusahaan. Sehingga dari pengolahan data yang terkomputerisasi dapat dihasilkan
3
informasi yang dapat membantu perusahaan dalam melakukan perencanaan strategi dan pengambilan suatu keputusan.
1.2. Batasan Masalah
Masalah yang dibahas dalam penulisan ini meliputi pengolahan data barang, data supplier, data karyawan, transaksi pembelian, transaksi penjualan hingga pada lapora pembelian, laporan penjualan serta pembuatan laporan piutang pada PD Suka Damai.
1.3. Tujuan Penelitian
Penulisan ini bertujuan untuk merancang dan membangun suatu sistem informasi yang dapat digunakan untuk mengolah transaksi penjualan dan pembelian, data barang, data stok barang, laporan penjualan dan pembelian dan laporan piutang pada PD Suka Damai.
Dengan adanya sistem informasi ini semua master data dan data transaksi dapat tersimpan dan terkelola dengan baik sehingga masalah yang sebelumnya terjadi pada PD. Suka Damai bisa teratasi dengan baik.
4
1.4. Metode Penelitian
Dalam penulisan ini penulis menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC).
Pada tahap awal akan dilakukan perencanaan dan analisis kebutuhan sistem yang akan dibuat. Hal pertama dilakukan adalah mengenal dan memahami sistem yang akan dibuat. Setelah itu penulis melakukan tinjauan dan wawancara langsung kepada pihak yang bersangkutan untuk menganalisis masalah dan kebutuhan sistem.
Setelah kebutuhan sistem sudah diketahui, Tahap yang kedua adalah merancang sistem yang akan dibangun. Perancangan umum sistem dibuat dengan menggunakan Unified Modeling Language (UML).
Setelah perancangan sistem sudah dibuat. Tahap yang ketiga adalah implementasi dan pengujian. Bahasa pemrograman yang dipakai untuk membangun sistem adalah Visual Basic.NET 2005 dan Microsoft SQL server 2005 Express Edition.
5
1.5. Sistematika Penulisan
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini membahas mengenai latar belakang, batasan masalah, tujuan penelitian, metode penelitian dan sistematika penulisan.
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini membahas mengenai teori dasar yang dipakai penulis untuk membuat sistem informasi pada PD Suka Damai diantaranya adalah Konsep Dasar Sistem, Konsep Dasar Informasi, Konsep Dasar Sistem Informasi, Siklus Hidup Pengembangan Sistem, HIPO, Kode, Unified Modeling Language (UML), Sekilas Tentang VB.NET, SQL Server 2005 Express Edition
BAB III PERANCANGAN SISTEM INFORMASI
Bab ini membahas mengenai Tinjauan Umum PD. Suka Damai dan Perancangan Sistem yaitu diantaranya Perancangan Unified Modelling Language (UML), Perancangan Hirarki Program, Perancangan Kode yang Mewakili Data, Perancangan Interface Program dan Perancangan Database.
BAB IV IMPLEMENTASI SISTEM
Bab ini membahas mengenai Implementasi Interface Program, Pengujian Sistem dan Spesifikasi Sistem.
6
BAB IV PENUTUP
Bab ini berisi kesimpulan dari keseluruhan Bab yang telah dibahas dan saran-saran yang diajukan.
Sumber : Repository Gunadarma
Kerangka Tulisan Ilmiah
By : UnknownDAFTAR ISI
Halaman
Halaman Judul................................................................................................... i
Pernyataan Originalitas dan Publikasi ............................................................... ii
Lembar Pengesahan........................................................................................... iii
Abstrak.............................................................................................................. iv
Kata Pengantar .................................................................................................. v
Daftar Isi ........................................................................................................... vii
Daftar Gambar .................................................................................................. xi
Daftar Tabel ...................................................................................................... xiii
Daftar Lampiran ................................................................................................ xiv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
1.2 Batasan Masalah ......................................................................... 1
1.3 TujuanPenulisan.......................................................................... 1
1.4 Metode Penelitian ....................................................................... 2
1.5 Sistematika Penulisan ................................................................. 2
BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... 4
2.1 Hyper Text Markup Language (HTML) ................................... 4
2.2 Hypertext Preprocessor (PHP) .................................................. 5
2.3 Java Script ................................................................................. 6
2.4 Sekilas Tentang Structured Query Language (SQL).................. 6
2.4.1 Arsitektur SQL ................................................................. 7
viii
2.4.2 MySQL ............................................................................ 8
2.5 Cascading Style Sheet (CSS) .................................................... 8
2.5.1 Sifat CSS........................................................................... 9
2.5.2 Fakta Menggunakan CSS ................................................ 9
2.6 Macromedia Dreamweaver 8 .................................................... 10
2.6.1 Fitur Macromedia Dreamweaver 8 ................................... 10
2.6.2 Interface Macromedia Dreamweaver 8 ............................ 11
2.7 Struktur Navigasi ...................................................................... 12
2.7.1 Struktur Navigasi Linier .................................................. 12
2.7.2 Struktur Navigasi Hirarki ................................................. 12
2.7.3 Stuktur Navigasi Non Linier ............................................ 13
2.7.4 Struktur Navigasi Campuran ............................................ 13
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI .................................. 15
3.1 Profil Usaha Dagang ................................................................. 15
3.2 UD RMJ Mushroom ................................................................. 15
3.3 Persiapan Perangkat Pembuatan Aplikasi ................................ 16
3.4 Struktur Navigasi Aplikasi ....................................................... 16
3.5 Rancangan Aplikasi .................................................................. 17
3.6 Struktur Tabel ........................................................................... 21
3.7 Rancangan Interface .................................................................. 24
3.7.1 Rancangan Halaman Login................................................ 24
3.7.2 Rancangan Halaman Beranda .......................................... 25
3.7.3 Rancangan Menu dan Submenu Petani ........................... 25
3.7.4 Rancangan Menu dan Submenu Pedagang ...................... 26
3.7.5 Rancangan Menu dan Submenu Reminder ...................... 26
ix
3.7.6 Rancangan Menu dan Submenu Laporan ........................ 26
3.7.7 Rancangan Halaman Menu Input Master Petani ............. 27
3.7.8 Rancangan Halaman Menu Input Order Petani ............. 28
3.7.9 Rancangan Halaman Menu Liat Transaksi Petani ......... 29
3.7.10 Rancangan Halaman Menu Input Master Pedagang ...... 29
3.7.11 Rancangan Halaman Menu Input Order Pedagang ....... 30
3.7.12 Rancangan Halaman Menu Liat Transaksi Pedagang ... 31
3.7.13 Rancangan Halaman Menu Reminder Petani ................ 31
3.7.14 Rancangan Halaman Menu Reminder Pedagang .......... 32
3.7.15 Rancangan Halaman Menu Laporan Petani .................. 32
3.7.16 Rancangan Halaman Menu Laporan Pedagang ............. 33
3.8 Pembuatan Aplikasi .................................................................. 33
3.8.1 Pembuatan Koneksi ....................................................... 35
3.8.2 Pembuatan Halaman Index ............................................ 36
3.8.3 Pembuatan Halaman Beranda ........................................ 38
3.8.4 Pembuatan Input Master Petani ..................................... 40
3.8.5 Pembuatan Input Order Petani ....................................... 41
3.8.6 Pembuatan Lihat Transaksi Petani ................................. 43
3.8.7 Pembuatan Input Master Pedagang ................................ 44
3.8.8 Pembuatan Input Order Pedagang ................................. 45
3.8.9 Pembuatan Lihat Transaksi Pedagang ........................... 47
3.8.10 Pembuatan Reminder Petani .......................................... 48
3.8.11 Pembuatan Reminder Pedagang .................................... 49
3.8.12 Pembuatan Laporan Petani ............................................ 50
3.8.13 Pembuatan Cetak Transaksi Petani ................................ 52
x
3.8.14 Pembuatan Cetak Transaksi Petani Perbulan ................. 53
3.8.15 Pembuatan Cetak Transaksi Petani Pertahun ................. 54
3.8.16 Pembuatan Cetak Transaksi Petani Berdasarkan
Range ............................................................................. 56
3.8.17 Pembuatan Laporan Pedagang ....................................... 57
3.8.18 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang .......................... 59
3.8.19 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang Perbulan ........... 60
3.8.20 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang Pertahun ........... 62
3.8.21 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang Berdasarkan
Range ............................................................................. 63
3.9 Uji Coba dan Implementasi Aplikasi ........................................ 65
BAB IV PENUTUP . ..................................................................................... 72
4.1 Kesimpulan ............................................................................... 72
4.2 Saran ......................................................................................... 72
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 73
LAMPIRAN 1 ................................................................................................. L-1
LAMPIRAN 2 .............................................................................................. L-111
sumber : Repository Gunadarma
Halaman
Halaman Judul................................................................................................... i
Pernyataan Originalitas dan Publikasi ............................................................... ii
Lembar Pengesahan........................................................................................... iii
Abstrak.............................................................................................................. iv
Kata Pengantar .................................................................................................. v
Daftar Isi ........................................................................................................... vii
Daftar Gambar .................................................................................................. xi
Daftar Tabel ...................................................................................................... xiii
Daftar Lampiran ................................................................................................ xiv
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................ 1
1.1 Latar Belakang Masalah ............................................................. 1
1.2 Batasan Masalah ......................................................................... 1
1.3 TujuanPenulisan.......................................................................... 1
1.4 Metode Penelitian ....................................................................... 2
1.5 Sistematika Penulisan ................................................................. 2
BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................... 4
2.1 Hyper Text Markup Language (HTML) ................................... 4
2.2 Hypertext Preprocessor (PHP) .................................................. 5
2.3 Java Script ................................................................................. 6
2.4 Sekilas Tentang Structured Query Language (SQL).................. 6
2.4.1 Arsitektur SQL ................................................................. 7
viii
2.4.2 MySQL ............................................................................ 8
2.5 Cascading Style Sheet (CSS) .................................................... 8
2.5.1 Sifat CSS........................................................................... 9
2.5.2 Fakta Menggunakan CSS ................................................ 9
2.6 Macromedia Dreamweaver 8 .................................................... 10
2.6.1 Fitur Macromedia Dreamweaver 8 ................................... 10
2.6.2 Interface Macromedia Dreamweaver 8 ............................ 11
2.7 Struktur Navigasi ...................................................................... 12
2.7.1 Struktur Navigasi Linier .................................................. 12
2.7.2 Struktur Navigasi Hirarki ................................................. 12
2.7.3 Stuktur Navigasi Non Linier ............................................ 13
2.7.4 Struktur Navigasi Campuran ............................................ 13
BAB III PERANCANGAN DAN IMPLEMENTASI .................................. 15
3.1 Profil Usaha Dagang ................................................................. 15
3.2 UD RMJ Mushroom ................................................................. 15
3.3 Persiapan Perangkat Pembuatan Aplikasi ................................ 16
3.4 Struktur Navigasi Aplikasi ....................................................... 16
3.5 Rancangan Aplikasi .................................................................. 17
3.6 Struktur Tabel ........................................................................... 21
3.7 Rancangan Interface .................................................................. 24
3.7.1 Rancangan Halaman Login................................................ 24
3.7.2 Rancangan Halaman Beranda .......................................... 25
3.7.3 Rancangan Menu dan Submenu Petani ........................... 25
3.7.4 Rancangan Menu dan Submenu Pedagang ...................... 26
3.7.5 Rancangan Menu dan Submenu Reminder ...................... 26
ix
3.7.6 Rancangan Menu dan Submenu Laporan ........................ 26
3.7.7 Rancangan Halaman Menu Input Master Petani ............. 27
3.7.8 Rancangan Halaman Menu Input Order Petani ............. 28
3.7.9 Rancangan Halaman Menu Liat Transaksi Petani ......... 29
3.7.10 Rancangan Halaman Menu Input Master Pedagang ...... 29
3.7.11 Rancangan Halaman Menu Input Order Pedagang ....... 30
3.7.12 Rancangan Halaman Menu Liat Transaksi Pedagang ... 31
3.7.13 Rancangan Halaman Menu Reminder Petani ................ 31
3.7.14 Rancangan Halaman Menu Reminder Pedagang .......... 32
3.7.15 Rancangan Halaman Menu Laporan Petani .................. 32
3.7.16 Rancangan Halaman Menu Laporan Pedagang ............. 33
3.8 Pembuatan Aplikasi .................................................................. 33
3.8.1 Pembuatan Koneksi ....................................................... 35
3.8.2 Pembuatan Halaman Index ............................................ 36
3.8.3 Pembuatan Halaman Beranda ........................................ 38
3.8.4 Pembuatan Input Master Petani ..................................... 40
3.8.5 Pembuatan Input Order Petani ....................................... 41
3.8.6 Pembuatan Lihat Transaksi Petani ................................. 43
3.8.7 Pembuatan Input Master Pedagang ................................ 44
3.8.8 Pembuatan Input Order Pedagang ................................. 45
3.8.9 Pembuatan Lihat Transaksi Pedagang ........................... 47
3.8.10 Pembuatan Reminder Petani .......................................... 48
3.8.11 Pembuatan Reminder Pedagang .................................... 49
3.8.12 Pembuatan Laporan Petani ............................................ 50
3.8.13 Pembuatan Cetak Transaksi Petani ................................ 52
x
3.8.14 Pembuatan Cetak Transaksi Petani Perbulan ................. 53
3.8.15 Pembuatan Cetak Transaksi Petani Pertahun ................. 54
3.8.16 Pembuatan Cetak Transaksi Petani Berdasarkan
Range ............................................................................. 56
3.8.17 Pembuatan Laporan Pedagang ....................................... 57
3.8.18 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang .......................... 59
3.8.19 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang Perbulan ........... 60
3.8.20 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang Pertahun ........... 62
3.8.21 Pembuatan Cetak Transaksi Pedagang Berdasarkan
Range ............................................................................. 63
3.9 Uji Coba dan Implementasi Aplikasi ........................................ 65
BAB IV PENUTUP . ..................................................................................... 72
4.1 Kesimpulan ............................................................................... 72
4.2 Saran ......................................................................................... 72
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 73
LAMPIRAN 1 ................................................................................................. L-1
LAMPIRAN 2 .............................................................................................. L-111
sumber : Repository Gunadarma
Borobudur
By : Unknown
Borobudur adalah nama sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi yang berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800 Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Monumen ini terdiri atas enam teras berbentuk bujur sangkar yang diatasnya terdapat tiga pelataran melingkar, pada dindingnya dihiasi dengan 2.672 panel relief dan aslinya terdapat 504 arca Buddha. Stupa utama terbesar teletak di tengah dan juga merupakan mahkota bangunan ini, dikelilingi oleh tiga barisan melingkar sebanyak 72 stupa berlubang yang di dalamnya terdapat arca buddha yang sedang duduk bersila dalam posisi teratai sempurna dengan mudra (sikap tangan) Dharmachakra mudra (memutar roda dharma).
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan kurang lebih 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Sumber : Borobudur Wikipedia Indonesia
Dengan sedikit perubahan dan pengurangan kalimat dari saya pribadi
Monumen ini merupakan model alam semesta dan dibangun sebagai tempat suci untuk memuliakan Buddha sekaligus berfungsi sebagai tempat ziarah untuk menuntun umat manusia beralih dari alam nafsu duniawi menuju pencerahan dan kebijaksanaan sesuai ajaran Buddha. Para peziarah masuk melalui sisi timur memulai ritual di dasar candi dengan berjalan melingkari bangunan suci ini searah jarum jam, sambil terus naik ke undakan berikutnya melalui tiga tingkatan ranah dalam kosmologi Buddha. Ketiga tingkatan itu adalah Kāmadhātu (ranah hawa nafsu), Rupadhatu (ranah berwujud), dan Arupadhatu (ranah tak berwujud). Dalam perjalanannya peziarah berjalan melalui serangkaian lorong dan tangga dengan menyaksikan kurang lebih 1.460 panel relief indah yang terukir pada dinding dan pagar langkan.
Sumber : Borobudur Wikipedia Indonesia
Dengan sedikit perubahan dan pengurangan kalimat dari saya pribadi
Indonesia
By : Unknown
Indonesia adalah salah satu Negara di asia tenggara yang sudah dikenal sebagai Negara agraris. Dimana bisa kita lihat akan sumber daya alamnya yang melimpah baik hayati maupun non hayati. Sumber kekayaan alamnya mulai dari laut, darat, bumi dan kekayaan lainnya yang terkandung di dalam bumi Indonesia. Dilihat garis geografis dari sabang sampai merauke, Indonesia terbentang memiliki banyak pulau besar seperti pulau Jawa, Sumatra, Kalimantan, Sulawesi serta Irian Jaya. Disamping itu, terdapat pula ribuan pulau yang mengelilingi alam semesta Indonesia. Terdapat pula Samudra hindia dan samudra pasifik merupakan dua smudra besar yang mengelilingi kepulauan yang ada di Indonesia. Selain itu, wilayah Indonesia yang mayoritas daerah perairan juga memberikan andil yang besar pula terhadap kekayaan yang di miliki Indonesia.
Kekayaan Indonesia tidak hanya terbatas pada kekayaan haytinya, tetapi non hayatinya juga menjadi peran penting akan kekayaan yang di miliki Indonesia, salah satunya bisa kita lihat dari aneka bahan tambang yang terkandung dalam perut bumi Indonesia, diantarnya minyak bumi, batubara, gas bumi, dan sebagainya. Akan tetapi, Aneka bahan tambang tersebut mrupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Maka dari itu, kita sebagai warga Negara Indonesia harus memanfaatkan sumber daya alam tersebut sebaik-baiknya. Karena sumber daya alam adalah bagian kebutuhan rakyat Indonesia.
Ejaan Bahasa Indonesia [EYD]
By : Unknown
Bahasa
Indonesia berasal dari berbagai bahasa, oleh karenanya ejaan berubah dari waktu
ke waktu. Pemerintah Indonesia juga secara resmi menerbitkan kebijakan (policy) yang ditetapkan pejabat
berwenang untuk mengatur ejaan Bahasa Indonesia yang senantiasa diperbaharui
Pemerintah
Indonesia secara resmi menerbitkan kebijakan (policy) melalui keputusan Menteri Pendidikan Nasional (ada
pergantian nama departemen pada saat ini) yang mengeluarkan Permen (Peraturan
Menteri) Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2009 tanggal 31 Juli 2009 tentang
Pedoman Umum Ejaan bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Dengan dikeluarkannya
peraturan menteri tahun 2009 ini, maka EYD edisi 1987 diganti dan dinyatakan
tidak berlaku lagi.
Sumber : Indosastra.com
Tanda Baca
By : UnknownTanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang karenanya tergantung pada pilihan penulis.
Jenis-jenis tanda baca
Titik (.) berfungsi untuk menandai akhir kalimat berita, atau untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka
Koma (,) berfungsi untuk memisahkan anak kalimat atau hal-hal yang disebutkan dalam kalimat, juga untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
Tanda ((..)) kurung berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh banyak manusia yang baik juga ada yang jahat di dunia ini.
Tanda (`) kutip satu berfungsi untuk mengasosiasikan suatu istilah.
Tanda ("...") petik berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan dalam naskah drama.
Tanda (!) seru berfungsi untuk menegaskan, memberi peringatan bahwa kalimat yang bertanda seru tersebut perlu untuk diperhatikan.
Tanda (?) tanya berfungsi untuk melengkapi kalimat tanya.
Tanda (...-...) hubung berfungsi untuk menghubungkan penggalan kata, kata ulang, rentang suatu nilai.
Titik dua (:) berfungsi untuk mengawali penguraian suatu kalimat.
Dan satu lagi tanda baca yang jarang orang jelaskan yaitu tanda baca spasi ( ) :
Spasi adalah daerah kosong yang digunakan sebagai pemberi jarak dan pemisah kata, huruf, angka, atau tanda baca. Konvensi pemberian jarak antarkata dan antarkalimat bervariasi dalam berbagai bahasa dan kadang cukup kompleks. Penggunaan spasi untuk memisahkan kata dalam aksara Latin mulai diperkenalkan pada sekitar tahun 600–800 dan diikuti oleh semua bahasa yang menggunakan aksara ini, misalnya bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Sumber : Tanda baca & Spasi
Jenis-jenis tanda baca
Spasi adalah daerah kosong yang digunakan sebagai pemberi jarak dan pemisah kata, huruf, angka, atau tanda baca. Konvensi pemberian jarak antarkata dan antarkalimat bervariasi dalam berbagai bahasa dan kadang cukup kompleks. Penggunaan spasi untuk memisahkan kata dalam aksara Latin mulai diperkenalkan pada sekitar tahun 600–800 dan diikuti oleh semua bahasa yang menggunakan aksara ini, misalnya bahasa Inggris dan bahasa Indonesia.
Sumber : Tanda baca & Spasi
Ragam Bahasa
By : Unknown
Ragam Bahasa
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut
pemakaian. Variasi tersebut bisa berbentuk dialek, aksen, laras, gaya, atau
berbagai variasi sosiolinguistik lain, termasuk variasi bahasa baku itu
sendiri.
Jenis dari Ragam Bahasa
·
Ragam bahasa undang-undang
Ø
Gaya bahasa yang biasanya digunakan di dunia hukum
dan di undang-undang.
Contoh : gaya bahasa di undang-undang.
·
Ragam bahasa jurnalistik
Ø
Gaya bahasa yang biasanya digunakan di dunia
jurnal.
Contoh
: Koran, Majalah, dan lain-lain.
·
Ragam bahasa ilmiah
Ø
Berbeda dengan ragam bahasa undang-undang dan ragam
bahasa jurnalistik, Ragam bahasa ilmiah bersifat semi baku dan biasanya
menggunakan bahasa biologis.
Contoh : Karya Ilmiah, makalah biologi dan makalah
presentasi kimia.
·
Ragam bahasa sastra
Ø
Berbeda dengan ragam bahasa diatas, ragam bahasa
sastra ini setiap kata dan setiap baris memiliki arti yang dalam, biasanya
setiap baris atau setiap sajak hanya pencipta & orang yang ahli di bidang
sastra yang dapat mengartikan arti dari baris tersebut
Contoh : Puisi dan pantun
Contoh : Puisi dan pantun
Berdasarkan media pembicaraan, ragam bahasa dibedakan atas :
1.
Ragam lisan, meliputi :
·
Ragam bahasa percakapan
·
Ragam bahasa pidato
·
Ragam bahasa kuliah
·
Ragam bahasa panggung
2.
Ragam tulis, meliputi :
·
Ragam bahasa teknis
·
Ragam bahasa undang-undang
·
Ragam bahasa catatan
·
Ragam bahasa surat
Ragam bahasa menurut hubungan antar pembicara dibedakan menurut akrab
tidaknya pembicara :
·
Ragam bahasa resmi
·
Ragam bahasa akrab
·
Ragam bahasa semi resmi
·
Ragam bahasa santai
Peranan & Fungsi Bahasa Indonesia
By : UnknownPeranan Bahasa Indonesia
Setiap negara tentunya mempunyai bahasanya masing-masing, begitu pula dengan negara Indonesia. Indonesia mempunyai bahasa tersendiri, yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya sebagai alat komunikasi. Tata bahasa dan tata cara penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar itu, harus sesuai dengan tempatnya. Maksudnya adalah tata bahasa dan tata cara penggunaan bahasa Indonesia ketika di kantor dan di pasar sangatlah berbeda. Peranan bahasa Indonesia lainnya yaitu sebagai alat untuk mengekspresikan diri, alat untuk menciptakan karya seni dalam bentuk lisan maupun tulisan dan lain-lain.
Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia juga mempunyai banyak fungsi. Salah satunya sebagai alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau yang biasa disebut IPTEK dapat berkembang berasal dari kumpulan pemikiran-pemikiran yang disatukan. Sehingga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pun selalu berkembang.
Oleh karena itu, gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar dimanapun kita berada.
Setiap negara tentunya mempunyai bahasanya masing-masing, begitu pula dengan negara Indonesia. Indonesia mempunyai bahasa tersendiri, yaitu bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mempunyai peranan penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya sebagai alat komunikasi. Tata bahasa dan tata cara penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar itu, harus sesuai dengan tempatnya. Maksudnya adalah tata bahasa dan tata cara penggunaan bahasa Indonesia ketika di kantor dan di pasar sangatlah berbeda. Peranan bahasa Indonesia lainnya yaitu sebagai alat untuk mengekspresikan diri, alat untuk menciptakan karya seni dalam bentuk lisan maupun tulisan dan lain-lain.
Fungsi Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia juga mempunyai banyak fungsi. Salah satunya sebagai alat untuk mengembangkan ilmu pengetahuan. Ilmu Pengetahuan dan Teknologi atau yang biasa disebut IPTEK dapat berkembang berasal dari kumpulan pemikiran-pemikiran yang disatukan. Sehingga, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pun selalu berkembang.
Oleh karena itu, gunakanlah bahasa Indonesia yang baik dan benar dimanapun kita berada.
Ulasan Struktur Organisasi Dasar 2
By : UnknownYa hallo,,, Ketemu lagi dengan saya Leo Daisuke. :D ( It's my pen name )
Kenalkan nama saya Leo Putra Adi Iriantoro, dan lain sebagainya cek aja di Kartu Keluarga ane, klo perlu kerumah ane terus lamar ane. #lhooo
oke langsung to the point aja ya,
kali ini saya akan mengulas tentang "Struktur & Organisasi Dasar 2" mungkin ga komplit-komplit banget, tapi ya secukupnya aja. :)
Apa itu struktur data ? Struktur data adalah cara penyimpanan, penyusunan dan pengaturan data di dalam media penyimpanan komputer sehingga data tersebut dapat digunakan secara efisien.
oke, sekarang ane akan mengulas tentang "Queue" (/ˈkjuː) atau bisa dibaca Kyuu,
Queue (Antrean) adalah Suatu bentuk khusus dari linear list, dengan operasi penyisipan (insertion) hanya diperbolehkan pada salah satu sisi, yang disebut REAR, dan operasi penghapusan (deletion) hanya diperbolehkan pada sisi yang lainnya, yang disebut FRONT dari list.
Bagi yang ingin mendownload File diatas : silahkan klik link ini DOWNLOAD FILE "GRAPH"
Sekian ulasan saya mengenai Struktur & Organisasi Data 2, :)
Bila ada kekurangan / Tambahan dari pembaca, anda bisa berikan masukkan di kolom comment di bawah postingan ini. :)
Terima Kasih bagi pembaca yang sudah membaca Blog saya dari awal sampai penutup postingan ini. :)
Sumber : http://detty.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5
Kenalkan nama saya Leo Putra Adi Iriantoro, dan lain sebagainya cek aja di Kartu Keluarga ane, klo perlu kerumah ane terus lamar ane. #lhooo
oke langsung to the point aja ya,
kali ini saya akan mengulas tentang "Struktur & Organisasi Dasar 2" mungkin ga komplit-komplit banget, tapi ya secukupnya aja. :)
Apa itu struktur data ? Struktur data adalah cara penyimpanan, penyusunan dan pengaturan data di dalam media penyimpanan komputer sehingga data tersebut dapat digunakan secara efisien.
oke, sekarang ane akan mengulas tentang "Queue" (/ˈkjuː) atau bisa dibaca Kyuu,
Queue (Antrean) adalah Suatu bentuk khusus dari linear list, dengan operasi penyisipan (insertion) hanya diperbolehkan pada salah satu sisi, yang disebut REAR, dan operasi penghapusan (deletion) hanya diperbolehkan pada sisi yang lainnya, yang disebut FRONT dari list.
Operasi dari Queue adalah FIFO (First In First Out) yaitu elemen pertama masuk, merupakan elemen pertama yang keluar.
ada empat operasi dasar dalam antrean, yaitu :
CREATE, ISEMPTY, INSERT, REMOVE
Contoh Queue :
ALGORITMA
1. QINSERT (Memasukkan data ke dalam suatu antrean) Memeriksa kemungkinan terjadi overflow, yakni dengan melihat apakah antrean tersebut terisi penuh.
2. QDELETE (Menghapus elemen depan dari antrean) Memeriksa kemungkinan terjadi underflow, yakni dengan melihat apakah antrean tersebut kosong.
DEQUE (Queue Ganda atau Double Queue)
Suatu linear list, yang penambahan dan penghapusan elemen dapat dilakukan pada kedua sisi ujung list, tetapi tidak dapat dilakukan ditengah-tengah list.
Untuk Video interaktif tentang Queue bisa pembaca lihat dibawah ini
Lalu materi buatan saya sendiri mengenai "Graph" bisa pembaca lihat di bawah ini
Bagi yang ingin mendownload File diatas : silahkan klik link ini DOWNLOAD FILE "GRAPH"
Sekian ulasan saya mengenai Struktur & Organisasi Data 2, :)
Bila ada kekurangan / Tambahan dari pembaca, anda bisa berikan masukkan di kolom comment di bawah postingan ini. :)
Terima Kasih bagi pembaca yang sudah membaca Blog saya dari awal sampai penutup postingan ini. :)
Sumber : http://detty.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/folder/0.5
Tag :
Struktur & Organisasi Data 2,
Struktur Pasar & Uang, Bank, dan Penciptaan Uang
By : UnknownPasar
Definisi Pasar
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang.
Bentuk-bentuk pasar
1. Pasar persaingan sempurna
2. Pasar monopoli
3. Pasar persaingan minopolistik
4. Pasar oligopoli
Uang
Definisi Uang
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Fungsi Uang
Alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran.
Satuan hitung (unit of account) digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman, juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga).
Alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang.
Standar pembayaran di masa mendatang (standar of demand payment)
Syarat Uang
Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (scarcity). Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).
Bank
Bank (pengucapan bahasa Indonesia: [bang]) adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal daribahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Bank Sentral
Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.
Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang kegiatannya
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran
Definisi Pasar
Pasar adalah salah satu dari berbagai sistem, institusi, prosedur, hubungan sosial dan infrastruktur dimana usaha menjual barang, jasa dan tenaga kerja untuk orang-orang dengan imbalan uang. Barang dan jasa yang dijual menggunakan alat pembayaran yang sah seperti uang fiat. Kegiatan ini merupakan bagian dari perekonomian. Ini adalah pengaturan yang memungkinkan pembeli dan penjual untuk item pertukaran. Persaingan sangat penting dalam pasar, dan memisahkan pasar dari perdagangan. Dua orang mungkin melakukan perdagangan, tetapi dibutuhkan setidaknya tiga orang untuk memiliki pasar, sehingga ada persaingan pada setidaknya satu dari dua belah pihak. Pasar bervariasi dalam ukuran, jangkauan, skala geografis, lokasi jenis dan berbagai komunitas manusia, serta jenis barang dan jasa yang diperdagangkan. Beberapa contoh termasuk pasar petani lokal yang diadakan di alun-alun kota atau tempat parkir, pusat perbelanjaan dan pusat perbelanjaan, mata uang internasional dan pasar komoditas, hukum menciptakan pasar seperti untuk izin polusi, dan pasar ilegal seperti pasar untuk obat-obatan terlarang.
Bentuk-bentuk pasar
1. Pasar persaingan sempurna
2. Pasar monopoli
3. Pasar persaingan minopolistik
4. Pasar oligopoli
Uang
Definisi Uang
Uang dalam ilmu ekonomi tradisional didefinisikan sebagai setiap alat tukar yang dapat diterima secara umum. Alat tukar itu dapat berupa benda apapun yang dapat diterima oleh setiap orang di masyarakat dalam proses pertukaran barang dan jasa. Dalam ilmu ekonomi modern, uang didefinisikan sebagai sesuatu yang tersedia dan secara umum diterima sebagai alat pembayaran bagi pembelian barang-barang dan jasa-jasa serta kekayaan berharga lainnya serta untuk pembayaran hutang.Beberapa ahli juga menyebutkan fungsi uang sebagai alat penunda pembayaran.
Fungsi Uang
Alat tukar atau medium of exchange yang dapat mempermudah pertukaran.
Satuan hitung (unit of account) digunakan untuk menunjukan nilai berbagai macam barang/jasa yang diperjualbelikan, menunjukkan besarnya kekayaan, dan menghitung besar kecilnya pinjaman, juga dipakai untuk menentukan harga barang/jasa (alat penunjuk harga).
Alat penyimpan nilai (valuta) karena dapat digunakan untuk mengalihkan daya beli dari masa sekarang ke masa mendatang.
Standar pembayaran di masa mendatang (standar of demand payment)
Syarat Uang
Suatu benda dapat dijadikan sebagai "uang" jika benda tersebut telah memenuhi syarat-syarat tertentu. Pertama, benda itu harus diterima secara umum (acceptability). Agar dapat diakui sebagai alat tukar umum suatu benda harus memiliki nilai tinggi atau —setidaknya— dijamin keberadaannya oleh pemerintah yang berkuasa. Bahan yang dijadikan uang juga harus tahan lama (durability), kualitasnya cenderung sama (uniformity), jumlahnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat serta tidak mudah dipalsukan (scarcity). Uang juga harus mudah dibawa, portable, dan mudah dibagi tanpa mengurangi nilai (divisibility), serta memiliki nilai yang cenderung stabil dari waktu ke waktu (stability of value).
Bank
Bank (pengucapan bahasa Indonesia: [bang]) adalah sebuah lembaga intermediasi keuangan umumnya didirikan dengan kewenangan untuk menerima simpanan uang, meminjamkan uang, dan menerbitkan promes atau yang dikenal sebagai banknote. Kata bank berasal daribahasa Italia banca berarti tempat penukaran uang . Sedangkan menurut undang-undang perbankan bank adalah badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkannya kepada masyarakat dalam bentuk kredit dan atau bentuk-bentuk lainnya dalam rangka meningkatkan taraf hidup rakyat banyak.
Bank Sentral
Bank sentral di suatu negara, pada umumnya adalah sebuah instansi yang bertanggung jawab atas kebijakan moneter di wilayah negara tersebut. Bank Sentral berusaha untuk menjaga stabilitas nilai mata uang, stabilitas sektor perbankan, dan sistem finansial secara keseluruhan.
Bank Umum
Bank Umum adalah bank yang melaksanakan kegiatan usaha secara
konvensional dan atau berdasarkan prinsip syariah yang kegiatannya
memberikan jasa dalam lalu lintas pembayaran
TUGAS SISTEM OPERASI : SINKRONISASI DAN DEADLOCK
By : Unknown
Pencegahan Deadlock
Metode ini merupakan metode yang
paling sering digunakan.Metode Pencegahan dianggap sebagai solusi yang bersih
dipandang dari sudut tercegahnya deadlock.
Tetapi pencegahan
akan mengakibatkan kinerja utilisasi sumber daya yang buruk.
Metode pencegahan menggunakan
pendekatan dengan cara meniadakan empat syarat yang dapat menyebabkan deadlock
terjadi pada saat eksekusi Coffman (1971).
Syarat pertama yang akan dapat
ditiadakan adalah Mutual Exclusion, jika tidak ada sumber daya yang secara khusus
diperuntukkan bagi suatu proses maka tidak akan pernah terjadi deadlock. Namun jika membiarkan ada dua
atau lebih proses mengakses sebuah sumber daya yang sama akan menyebabkan chaos. Langkah yang digunakan adalah
dengan spooling sumber daya, yaitu
dengan mengantrikan job-job pada
antrian dan akan dilayani satu-satu.
Hal inilah
yang menyebabkan mengapa syarat pertama tidak dapat ditiadakan, jadi mutual exclusion benar-benar tidak dapat
dihilangkan.
Cara kedua dengan meniadakan kondisi
hold
and wait terlihat lebih menjanjikan. Jika suatu proses yang sedang
menggunakan sumber daya dapat dicegah agar tidak dapat menunggu sumber daya
yang lain, maka deadlock dapat
dicegah. Langkah yang digunakan adalah dengan membuat proses agar meminta sumber
daya yang mereka butuhkan pada awal proses sehingga dapat dialokasikan sumber
daya yang dibutuhkan. Namun jika terdapat sumber daya yang sedang terpakai maka
proses tersebut tidak dapat memulai prosesnya.
ii. Tidak optimalnya pengunaan sumber
daya jika ada sumber daya yang digunakan hanya beberapa waktu dan tidak
digunakan tapi tetap dimiliki oleh suatu proses yang telah memintanya dari
awal.
Meniadakan syarat
ketiga non preemptiveternyata tidak lebih menjanjikan dari meniadakan
syarat kedua, karena dengan meniadakan syarat ketiga maka suatu proses dapat
dihentikan ditengah jalan. Hal ini tidak dimungkinkan karena hasil dari suatu
proses yang dihentikan menjadi tidak baik.
Cara terakhir adalah dengan
meniadakan syarat keempat circular wait. Terdapat dua
pendekatan, yaitu:
i. Mengatur agar setiap proses hanya
dapat menggunakan sebuah sumber daya pada suatu waktu, jika menginginkan sumber
daya lain maka sumber daya yang dimiliki harus dilepas.
ii. Membuat penomoran pada proses-proses
yang mengakses sumber daya. Suatu proses dimungkinkan untuk dapat meminta
sumber daya kapan pun, tetapi permintaannya harus dibuat terurut.
Masalah yang mungkin terjadi dengan
mengatur bahwa setiap proses hanya dapat memiliki satu proses adalah bahwa
tidak semua proses hanya membutuhkan satu sumber daya, untuk suatu proses yang
kompleks dibutuhkan banyak sumber daya pada saat yang bersamaan. Sedangkan
dengan penomoran masalah yang dihadapi adalah tidak terdapatnya suatu penomoran
yang dapat memuaskan semua pihak.
Secara ringkas pendekatan yang
digunakan pada metode pencegahan deadlock dan masalah-masalah yang
menghambatnya, terangkum dalam tabel dibawah ini.
Syarat
|
Langkah
|
Kelemahan
|
Mutual Exclusion
|
Spooling sumber daya
|
Dapat menyebabkan chaos
|
Hold and Wait
|
Meminta sumber daya di awal
|
Sulit memperkirakan di awal dan tidak optimal
|
No Pre-emptive
|
Mengambil sumber daya di tengah proses
|
Hasil proses tidak akan baik
|
Circular Wait
|
Penomoran permintaan sumber daya
|
Tidak ada penomoran yang memuaskan semua pihak
|
Penghindaran Deadlock
Pendekatan metode ini adalah dengan
hanya memberi kesempatan ke permintaan sumber daya yang tidak mungkin akan
menyebabkan deadlock. Metode ini
memeriksa dampak pemberian akses pada suatu proses, jika pemberian akses tidak
mungkin menuju kepada deadlock, maka
sumber daya akan diberikan pada proses yang meminta. Jika tidak aman, proses
yang meminta akan di-suspend sampai
suatu waktu permintaannya aman untuk diberikan. Kondisi ini terjadi ketika
setelah sumber daya yang sebelumnya dipegang oleh proses lain telah dilepaskan.
Kondisi aman yang dimaksudkan
selanjutnya disebut sebagai safe-state,
sedangkan keadaan yang tidak memungkinkan untuk diberikan sumber daya yang
diminta disebut unsafe-state.
Kondisi Aman (Safe state)
Suatu keadaan dapat dinyatakan
sebagai safe state jika tidak terjadi
deadlock dan terdapat cara untuk
memenuhi semua permintaan sumber daya yang ditunda tanpa menghasilkan deadlock. Dengan cara mengikuti urutan
tertentu.
Kondisi Tak Aman (Unsafe state)
Suatu state dinyatakan sebagai state
tak selamat (unsafe state) jika tidak
terdapat cara untuk memenuhi semua permintaaan yang saat ini ditunda dengan
menjalankan proses-proses dengan suatu urutan.

Pendeteksi Deadlock
dan Recovery (Memulihkan )Deadlock
Metode ini mengunakan pendekatan
dengan teknik untuk menentukan apakah deadlocksedang
terjadi serta proses-proses dan sumber daya yang terlibat dalam deadlock
tersebut.Setelah kondisi deadlock
dapat dideteksi, maka langkah pemulihan dari kondisi deadlock dapat segera dilakukan.Langkah pemulihan tersebut adalah
dengan memperoleh sumber daya yang diperlukan oleh proses-proses yang
membutuhkannya. Beberapa cara digunakan untuk mendapatkan sumber daya yang
diperlukan, yaitu dengan terminasi proses dan pre-emption (mundur) suatu proses. Metode ini banyak digunakan pada
komputer mainframe berukuran besar.
Materi selanjutnya bisa anda baca di link blog berikut ini : Yuni Blog
Teori Perilaku Konsumen dan Produsen
By : Unknown
TEORI PERILAKU KONSUMEN
Pendahuluan
Konsumen adalah setiap pemakai atau pengguna barang atau jasa baik
untuk kepentingan diri sendiri dan atau kepentingan orang lain. Namun secara
sederhana dapat diartikan sebagai pengguna barang dan atau jasa.
Masing-masing konsumen merupakan pribadi unik dimana antara
konsumen yang satu dengan yang lain memiliki kebutuhan yang berbeda juga
perilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Namun, dari
perbedaan-perbedaan yang unik tersebut ada satu persamaan yakni setiap saat
konsumen akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada saat
mengkonsumsi suatu barang ataupun jasa. Tingkat kepuasan yang diperoleh
konsumen dalam mengkonsumsi barang disebut dengan utilitas.
Dalam perekonomian, konsumen tidak hanya bertindak sebagai
pengguna barang dan jasa tapi juga sebagai penyedia faktor-faktor produksi
(lihat Diagram Aliran Barang, Uang dan Pasar pada Bab I). Dengan menggunakan
pokok-pokok dari teori mikro maka perilaku-perilaku konsumen di pasar
menjadi lebih mudah dipahami. Teori perilaku konsumen akan menjelaskan
bagaimana seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakininya akan
memberikan kepuasan yang maksimum dengan kendala pendapatan dan harga
barang tersebut.
Untuk memahami mengenai perilaku konsumen yang dinyatakan pada
hukum permintaan, digunakan dua pendekatan , yakni:
1. Pedekatan marginal utility (kardinal)
2. Pendekatan indifference curve (ordinal)
- Pedekatan Marginal Utility (Kardinal)
Pendekatan kardinal didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan tertentu seperti rupiah, jumlah, unit atau buah dan lain-lain. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan.
Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi. - Pendekatan Indifference Curve (ordinal)Pendekatan ordinal mengasumsikan bahwa konsumen mampu meranking/membuat urutan- urutan kombinasi barang yang akan dikonsumsi berdasarkan kepuasan yang akan diperolehnya tanpa harus menyebutkan secara absolut. Pendekatan ordinal digunakan dengan menggunakan analisis kurva indiferensi. Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai titik-titik kombinasi dua barang yang memberikan kepuasan yang sama. Mengukur kepuasan konsumen dengan pendekatan kurva indiferensi didasarkan pada 4 (empat) asumsi, yakni:
- Konsumen memiliki pola preferensi akan barang-barang konsumsi yang dinyatakan dalam bentuk peta indiferensi
- Konsumen memiliki dana dalam jumlah tertentu
- Konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimum
- Semakin jauh dari titik origin, maka kepuasan konsumen semakin tinggi
- Karakteristik Kurva Indifference
- Kurva indiferensi memiliki karakteristik atau ciri-ciri umum sebagai berikut:
- Memiliki kemiringan yang negatif
Bila jumlah suatu barang dikurangi maka jumlah barang yang lain harus ditambah agar dapat memperoleh tingkat kepuasan yang sama. - Tidak dapat berpotongan
Perpotongan antara dua kurva indiferensi tidak mungkin terjadi. - Cembung terhadap titik origin
OSI, TCP/IP, Command Interpreter | Sistem Operasi ( IT-011325 )
By : UnknownOSI, TCP/IP, COMMAND INTERPRETER
Pengertian OSI
OSI adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. Post ini membahas tentang pengertian dan fungsi layer OSI.
Dahulu ketika OSI belum digunakan, perangkat komunikasi yang berasal dari vendor berbeda tidak dapat saling berkomunikasi. Alat komunikasi yang diciptakan oleh IBM tidak dapat berkomunikasi dengan vendor lain. Sehingga dibentuklah standard OSI.
OSI yang merupakan singkatan dari Open Systems Interconnect memiliki tujuh buah layer yang dirinci sebagai berikut:
Application Layer
Presentation Layer
Session Layer
Transport Layer
Network Layer
Data Link Layer
Physical Layer
Penjelasan Masing-masing Layer
Berikut ini adalah penjelasan dari fungsi masing-masing layer OSI yang telah disebutkan di atas.
Physical Layer
Physical layer adalah layer OSI yang terletak di paling bawah. Physical layer bertugas mendefinisikan media transmisi jaringan ke media fisik serta membawa sinyal ke layer yang lebih tinggi.
Phyical layer memberikan hal berikut:
Data encoding (bagaimana merepresentasikan binari 1, menerima dan mengelola bit)
Physical medium attachment (mengakomodasi kemungkinan dalam berkomunikasi dengan media tertentu)
Transmission technique (transmisi digital atau analog)
Physical medium transmission (mentransmisikan bits sebagai electrical atau optical signal ke media fisik)
Data Link Layer
Layer kedua dari 7 layer OSI adalah data link layer. Layer ini bertugas untuk mengaktifkan dan mengakhiri link logical di antara dua node.
Selain itu Data link layer juga bertugas mengontrol frame dan memanage akses dari media tertentu, misalnya apakah suatu node memiliki hak untuk menggunakan media fisik.
Network Layer
Network layer bertugas untuk melakukan kontrol terhadap pengalamatan subnet. Network layer juga yang memutuskan path mana yang harus digunakan sesuai keadaan jaringan, prioritas layanan, dan faktor-faktor lain.
Selain itu Network layer juga melakukan frame fragmentation, logical-physical address mapping, dan penghitungan penggunaan subnet.
Transport Layer
Transport layer bertugas untuk memastikan pesan yang dikirim bebas dari error. Sesuai namanya, transport layer yang mengelola ketika ada pesan yang hendak dikirim di dalam suatu jaringan.
Transport layer melakukan hal berikut:
Message segmentation (memecah pesan menjadi bagian-bagian kecil).
Message acknowledgement (memberikan pengiriman pesan yang reliable).
Message traffic control.
Session multiplexing.
Session Layer
Session layer bertugas menetapkan dan mengakhiri session (sesi) di antara dua host yang sedang berkomunikasi. Tugas Session layer:
Session establishment, maintenance, and termination.
Session support (memberikan security, logging, dsb).
Presentation Layer
Presentation layer bertuhas untuk menyajikan data kepada Application layer. Presentation layer ini ibarat sebagai translator dari sebuah jaringan.
Presentation layer bertugas untuk melakukan:
Character code translation (misalnya ASCII ke EBCDIC).
Data conversion: (bit order, CR-CR/LF, integer-floating point, dsb).
Data compression: mengurangi jumlah bit yang harus ditransmisikan ke jaringan.
Data encryption: encrypt data untuk keamanan (misalnya password encryption).
Application Layer
Application layer berfungsi sebagai interface untuk user dan proses aplikasi untuk mengakses layanan jaringan.
Fungsi yang diberikan di Application layer di antaranya:
Resource sharing and device redirection.
Remote file access.
Remote printer access.
Inter-process communication.
Network management.
Directory services.
Electronic messaging (such as mail).
Network virtual terminals.
sumber : http://azuharu.net/jaringan/pengertian-dan-fungsi-open-systems-interconnect-layer-osi/
Pengertian, Arti dan Fungsi TCP / IP
TCP / IP adalah salah satu perangkat lunak jaringan komputer (networking software) yang terdapat dalam sistem, dan dipergunakan dalam komunikasi data dalam local area network (LAN) maupun Internet.
TCP singkatan dari Transmission Control Protocol dan IP singkatan dari Internet Protocol. TCP/IP menjadi satu nama karena fungsinya selalu bergandengan satu sama lain dalam komunikasi data.
TCP/IP saat ini dipergunakan dalam banyak jaringan komputer lokal (LAN) yang terhubung ke Internet, karena memiliki sifat:
Merupakan protokol standar yang terbuka, gratis dan dikembangkan terpisah dari perangkat keras komputer tertentu. Karena itu protokol ini banyak didukung oleh vendor perangkat keras, sehingga TCP/IP merupakan pemersatu perangkat keras komputer yang beragam merk begitu juga sebagai pemersatu berbagai perangkat lunak yang beragam merk sehingga walau memakai perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berlainan, komputer dan komputer lainnya dapat berkomunikasi data melalui Internet.
Berdiri sendiri dari perangkat keras jaringan apapun. Sifat ini memungkinkan TCP/IP bergabung dengan banyak jaringan komputer. TCP/IP bisa beroperasi melalui sebuah Ethernet, sebuah saluran dial-up, dan secara virtual melalui berbagai media fisik transmisi data.
Bisa dijadikan alamat umum sehingga tiap perangkat yang memakai TCP/IP akan memiliki sebuah alamat unik dalam sebuah jaringan komputer lokal, atau dalam jaringan kumputer global seperti Internet.
1. Format IP :
Sebuah alamat IP berisi satu bagian network dan satu bagian host, tetapi formatnya tidak sama pada setiap alamat IP. Sejumlah bit alamat dipakai disini untuk mengidentifikasi network, dan angka dipakai untuk mengidentifikasi host, dan beragam kelas alamat IP. Ada tiga kelas utama alamat IP yaitu kelas A, B dan C.
2. Ketentuan kelas alamat IP :
Jika bit pertama dari sebuah alamat IP adalah angka 0, ini menunjukan network kelas A. Tujuh bit berikutnya menunjukan identitas network, dan 24 bit terakhir menunjukan identitas host. Ada 128 buah network kelas , tapi didalam setiap kelas A bisa terdapat jutaan host.
Jika bit pertama dari dua angka alamat IP adalah 10, ini menunjukan alamat IP network kelas B. Angka Bit pertama kelas, kemudian 24 bit berikutnya menunjukan identitas alamat network, dan 10 bit berikutnya untuk host. Ada ribuan angka network kelas B dan setiap kelas B dapat berisi ribuan host.
Jika bit pertama dari tiga bit alamat IP adalah 110, ini merupakan alamat IP kelas C. Tiga bit pertama berupa alamat kelas. 21 bit berikutnya sebagai alamat network, dan 8 bit selanjutnya merupakan identitas host. Ada jutaan network kelas C, dan didalam tiap kelas C ada 254 host.
Tampaknya seperti rumit, tetapi karena adanya penulisan alamat IP memakai bilangan desimal (0-255), maka keruwetan itu tidak terlihat. Secara sederhana bisa dilihat ketentuan pemisahan kelas network seperti berikut ini ;
Kurang dari 128 adalah alamat kelas A, byte pertama adalah bilangan network, tiga byte berikutnya adalah alamat host.
Dari 128 sampai 191 adalah alamat kelas B, dua byte pertama sebagai alamat network, dan dua byte terakhir sebagai alamat host.
Dari 192 sampai 223 adalah alamat kelas C, tiga byte pertama sebagai alamat network, dan byte terakhir sebagai alamat host.
Contoh :
Sebuah network memiliki alamat IP 026.104.0.19. Ini bisa ditulis juga dg 26.104.0.19. menjelaskan adanya host dengan alamat IP nomor 104.0.19 dalam network 26 yang termasuk kelas A.
Alamat IP 128.66.12.1. menunjukan alamat IP host 12.1 didalam network nomor 128.66 yang termasuk kelas B.
Sumber : http://cyberkomputer.com/jaringan-komputer/pengertian-dan-fungsi-tcp-ip-dalam-jaringan-komputer/
Command Interpreter System
Sistem operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut Control-card interpreter, Command-line Interpreter, dan UNIX shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang digunakan.
Contohnya : CLI, Windows, Pen-based (touch) dan lain-lain.
Banyak perintah yang diberukan kepada sistem operasi oleh control statement yang berhubungan dengan :
1. Proses pembuatan (creation) dan manajemen.
2. Penanganan I/O (I/O handling).
3. Manajemen secondary-storage.
4. Manajemen memori utama
a. Akses file-system.
b. Proteksi.
c. Jaringan.
Pengertian OSI
OSI adalah standar komunikasi yang diterapkan di dalam jaringan komputer. Standar itulah yang menyebabkan seluruh alat komunikasi dapat saling berkomunikasi melalui jaringan. Post ini membahas tentang pengertian dan fungsi layer OSI.
Dahulu ketika OSI belum digunakan, perangkat komunikasi yang berasal dari vendor berbeda tidak dapat saling berkomunikasi. Alat komunikasi yang diciptakan oleh IBM tidak dapat berkomunikasi dengan vendor lain. Sehingga dibentuklah standard OSI.
OSI yang merupakan singkatan dari Open Systems Interconnect memiliki tujuh buah layer yang dirinci sebagai berikut:
Presentation Layer
Session Layer
Transport Layer
Network Layer
Data Link Layer
Physical Layer
Penjelasan Masing-masing Layer
Berikut ini adalah penjelasan dari fungsi masing-masing layer OSI yang telah disebutkan di atas.
Physical Layer
Physical layer adalah layer OSI yang terletak di paling bawah. Physical layer bertugas mendefinisikan media transmisi jaringan ke media fisik serta membawa sinyal ke layer yang lebih tinggi.
Phyical layer memberikan hal berikut:
Data encoding (bagaimana merepresentasikan binari 1, menerima dan mengelola bit)
Physical medium attachment (mengakomodasi kemungkinan dalam berkomunikasi dengan media tertentu)
Transmission technique (transmisi digital atau analog)
Physical medium transmission (mentransmisikan bits sebagai electrical atau optical signal ke media fisik)
Data Link Layer
Layer kedua dari 7 layer OSI adalah data link layer. Layer ini bertugas untuk mengaktifkan dan mengakhiri link logical di antara dua node.
Selain itu Data link layer juga bertugas mengontrol frame dan memanage akses dari media tertentu, misalnya apakah suatu node memiliki hak untuk menggunakan media fisik.
Network Layer
Network layer bertugas untuk melakukan kontrol terhadap pengalamatan subnet. Network layer juga yang memutuskan path mana yang harus digunakan sesuai keadaan jaringan, prioritas layanan, dan faktor-faktor lain.
Selain itu Network layer juga melakukan frame fragmentation, logical-physical address mapping, dan penghitungan penggunaan subnet.
Transport Layer
Transport layer bertugas untuk memastikan pesan yang dikirim bebas dari error. Sesuai namanya, transport layer yang mengelola ketika ada pesan yang hendak dikirim di dalam suatu jaringan.
Transport layer melakukan hal berikut:
Message segmentation (memecah pesan menjadi bagian-bagian kecil).
Message acknowledgement (memberikan pengiriman pesan yang reliable).
Message traffic control.
Session multiplexing.
Session Layer
Session layer bertugas menetapkan dan mengakhiri session (sesi) di antara dua host yang sedang berkomunikasi. Tugas Session layer:
Session establishment, maintenance, and termination.
Session support (memberikan security, logging, dsb).
Presentation Layer
Presentation layer bertuhas untuk menyajikan data kepada Application layer. Presentation layer ini ibarat sebagai translator dari sebuah jaringan.
Presentation layer bertugas untuk melakukan:
Character code translation (misalnya ASCII ke EBCDIC).
Data conversion: (bit order, CR-CR/LF, integer-floating point, dsb).
Data compression: mengurangi jumlah bit yang harus ditransmisikan ke jaringan.
Data encryption: encrypt data untuk keamanan (misalnya password encryption).
Application Layer
Application layer berfungsi sebagai interface untuk user dan proses aplikasi untuk mengakses layanan jaringan.
Fungsi yang diberikan di Application layer di antaranya:
Resource sharing and device redirection.
Remote file access.
Remote printer access.
Inter-process communication.
Network management.
Directory services.
Electronic messaging (such as mail).
Network virtual terminals.
sumber : http://azuharu.net/jaringan/pengertian-dan-fungsi-open-systems-interconnect-layer-osi/
Pengertian, Arti dan Fungsi TCP / IP
TCP / IP adalah salah satu perangkat lunak jaringan komputer (networking software) yang terdapat dalam sistem, dan dipergunakan dalam komunikasi data dalam local area network (LAN) maupun Internet.
TCP singkatan dari Transmission Control Protocol dan IP singkatan dari Internet Protocol. TCP/IP menjadi satu nama karena fungsinya selalu bergandengan satu sama lain dalam komunikasi data.
TCP/IP saat ini dipergunakan dalam banyak jaringan komputer lokal (LAN) yang terhubung ke Internet, karena memiliki sifat:
Merupakan protokol standar yang terbuka, gratis dan dikembangkan terpisah dari perangkat keras komputer tertentu. Karena itu protokol ini banyak didukung oleh vendor perangkat keras, sehingga TCP/IP merupakan pemersatu perangkat keras komputer yang beragam merk begitu juga sebagai pemersatu berbagai perangkat lunak yang beragam merk sehingga walau memakai perangkat keras dan perangkat lunak komputer yang berlainan, komputer dan komputer lainnya dapat berkomunikasi data melalui Internet.
Berdiri sendiri dari perangkat keras jaringan apapun. Sifat ini memungkinkan TCP/IP bergabung dengan banyak jaringan komputer. TCP/IP bisa beroperasi melalui sebuah Ethernet, sebuah saluran dial-up, dan secara virtual melalui berbagai media fisik transmisi data.
Bisa dijadikan alamat umum sehingga tiap perangkat yang memakai TCP/IP akan memiliki sebuah alamat unik dalam sebuah jaringan komputer lokal, atau dalam jaringan kumputer global seperti Internet.
1. Format IP :
Sebuah alamat IP berisi satu bagian network dan satu bagian host, tetapi formatnya tidak sama pada setiap alamat IP. Sejumlah bit alamat dipakai disini untuk mengidentifikasi network, dan angka dipakai untuk mengidentifikasi host, dan beragam kelas alamat IP. Ada tiga kelas utama alamat IP yaitu kelas A, B dan C.
2. Ketentuan kelas alamat IP :
Jika bit pertama dari sebuah alamat IP adalah angka 0, ini menunjukan network kelas A. Tujuh bit berikutnya menunjukan identitas network, dan 24 bit terakhir menunjukan identitas host. Ada 128 buah network kelas , tapi didalam setiap kelas A bisa terdapat jutaan host.
Jika bit pertama dari dua angka alamat IP adalah 10, ini menunjukan alamat IP network kelas B. Angka Bit pertama kelas, kemudian 24 bit berikutnya menunjukan identitas alamat network, dan 10 bit berikutnya untuk host. Ada ribuan angka network kelas B dan setiap kelas B dapat berisi ribuan host.
Jika bit pertama dari tiga bit alamat IP adalah 110, ini merupakan alamat IP kelas C. Tiga bit pertama berupa alamat kelas. 21 bit berikutnya sebagai alamat network, dan 8 bit selanjutnya merupakan identitas host. Ada jutaan network kelas C, dan didalam tiap kelas C ada 254 host.
Tampaknya seperti rumit, tetapi karena adanya penulisan alamat IP memakai bilangan desimal (0-255), maka keruwetan itu tidak terlihat. Secara sederhana bisa dilihat ketentuan pemisahan kelas network seperti berikut ini ;
Kurang dari 128 adalah alamat kelas A, byte pertama adalah bilangan network, tiga byte berikutnya adalah alamat host.
Dari 128 sampai 191 adalah alamat kelas B, dua byte pertama sebagai alamat network, dan dua byte terakhir sebagai alamat host.
Dari 192 sampai 223 adalah alamat kelas C, tiga byte pertama sebagai alamat network, dan byte terakhir sebagai alamat host.
Contoh :
Sebuah network memiliki alamat IP 026.104.0.19. Ini bisa ditulis juga dg 26.104.0.19. menjelaskan adanya host dengan alamat IP nomor 104.0.19 dalam network 26 yang termasuk kelas A.
Alamat IP 128.66.12.1. menunjukan alamat IP host 12.1 didalam network nomor 128.66 yang termasuk kelas B.
Sumber : http://cyberkomputer.com/jaringan-komputer/pengertian-dan-fungsi-tcp-ip-dalam-jaringan-komputer/
Command Interpreter System
Sistem operasi menunggu instruksi dari pengguna (command driven). Program yang membaca instruksi dan mengartikan control statements umumnya disebut Control-card interpreter, Command-line Interpreter, dan UNIX shell. Command-Interpreter System sangat bervariasi dari satu sistem operasi ke sistem operasi yang lain dan disesuaikan dengan tujuan dan teknologi I/O devices yang digunakan.
Contohnya : CLI, Windows, Pen-based (touch) dan lain-lain.
Banyak perintah yang diberukan kepada sistem operasi oleh control statement yang berhubungan dengan :
1. Proses pembuatan (creation) dan manajemen.
2. Penanganan I/O (I/O handling).
3. Manajemen secondary-storage.
4. Manajemen memori utama
a. Akses file-system.
b. Proteksi.
c. Jaringan.
Sumber : Click Here
