Posted by : Unknown 29 April 2013

TEORI PERILAKU KONSUMEN

Pendahuluan
Konsumen adalah setiap pemakai atau pengguna barang atau jasa baik
untuk kepentingan diri sendiri dan atau kepentingan orang lain. Namun secara
sederhana dapat diartikan sebagai pengguna barang dan atau jasa.
Masing-masing konsumen merupakan pribadi unik dimana antara
konsumen yang satu dengan yang lain memiliki kebutuhan yang berbeda juga
perilaku yang berbeda dalam memenuhi kebutuhannya. Namun, dari
perbedaan-perbedaan yang unik tersebut ada satu persamaan yakni setiap saat
konsumen akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada saat
mengkonsumsi suatu barang ataupun jasa. Tingkat kepuasan yang diperoleh
konsumen dalam mengkonsumsi barang disebut dengan utilitas.
Dalam perekonomian, konsumen tidak hanya bertindak sebagai
pengguna barang dan jasa tapi juga sebagai penyedia faktor-faktor produksi
(lihat Diagram Aliran Barang, Uang dan Pasar pada Bab I). Dengan menggunakan
pokok-pokok dari teori mikro maka perilaku-perilaku konsumen di pasar
menjadi lebih mudah dipahami. Teori perilaku konsumen akan menjelaskan
bagaimana seorang konsumen memilih suatu produk yang diyakininya akan
memberikan kepuasan yang maksimum dengan kendala pendapatan dan harga
barang tersebut.
Untuk memahami mengenai perilaku konsumen yang dinyatakan pada
hukum permintaan, digunakan dua pendekatan , yakni:
1. Pedekatan marginal utility (kardinal)
2. Pendekatan indifference curve (ordinal)

  • Pedekatan Marginal Utility (Kardinal)
    Pendekatan kardinal didasarkan pada asumsi bahwa tingkat kepuasan yang diperoleh konsumen dari mengkonsumsi barang dapat diukur dengan satuan tertentu seperti rupiah, jumlah, unit atau buah dan lain-lain. Semakin besar jumlah barang yang dapat dikonsumsi maka semakin tinggi tingkat kepuasannya. Konsumen yang rasional akan berusaha untuk memaksimalkan kepuasannya pada tingkat pendapatan yang dimilikinya. Besarnya nilai kepuasan akan sangat bergantung pada individu (konsumen) yang bersangkutan.
    Konsumen dapat mencapai kondisi equilibrium atau mencapai kepuasan yang maksimum apabila dalam membelanjakan pendapatannya mencapai kepuasan yang sama pada berbagai barang. Tingkat kepuasan konsumen terdiri dari dua konsep yaitu kepuasan total (total utility) dan kepuasan tambahan (marginal utility). Kepuasan total adalah kepuasan menyeluruh yang diterima oleh individu dari mengkonsumsi sejumlah barang atau jasa. Sedangkan kepuasan tambahan adalah perubahan total per unit dengan adanya perubahan jumlah barang atau jasa yang dikonsumsi.
  • Pendekatan Indifference Curve (ordinal)
            Pendekatan ordinal mengasumsikan bahwa konsumen mampu meranking/membuat urutan- urutan kombinasi barang yang akan dikonsumsi berdasarkan kepuasan yang akan diperolehnya tanpa harus menyebutkan secara absolut.        Pendekatan ordinal digunakan dengan menggunakan analisis kurva indiferensi. Kurva indiferensi adalah kurva yang menunjukkan berbagai titik-titik kombinasi dua barang yang memberikan kepuasan yang sama.        Mengukur kepuasan konsumen dengan pendekatan kurva indiferensi didasarkan pada 4 (empat) asumsi, yakni:
  1. Konsumen memiliki pola preferensi akan barang-barang konsumsi yang dinyatakan dalam bentuk peta indiferensi
  2. Konsumen memiliki dana dalam jumlah tertentu
  3. Konsumen selalu berusaha untuk mencapai kepuasan maksimum
  4. Semakin jauh dari titik origin, maka kepuasan konsumen semakin tinggi




  • Karakteristik Kurva Indifference
    • Kurva indiferensi memiliki karakteristik atau ciri-ciri umum sebagai berikut:
    1. Memiliki kemiringan yang negatif
      Bila jumlah suatu barang dikurangi maka jumlah barang yang lain harus ditambah agar dapat memperoleh tingkat kepuasan yang sama.
    2. Tidak dapat berpotongan
      Perpotongan antara dua kurva indiferensi tidak mungkin terjadi.
    3. Cembung terhadap titik origin
Sumber : pakjappy.files.wordpress.com/2008/09/pie_bab4.pdf

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

- Copyright © Leo Daisuke's Blog - Date A Live - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -